Senin, 18/06/2018 13:44 WIB
Jakarta - Pemerintah Israel membebaskan tahanan Palestina, Hassan Tamimi, 18 tahun, yang menjadi korban pengabaian medis dan mengakibatkan dia kehilangan pengelihatan.
Abdunnasir Tamimi, paman korban, berkata kepada Anadolu Agency bahwa keponakannya ditahan pada April meskipun keadaan kesehatannya sudah buruk.
Hassan menderita penyakit liver dan ginjal akibat malnutrisi di masa kecilnya, ujar sang paman, menambahkan bahwa remaja tersebut harus mengikuti diet yang ketat dan perawatan khusus; meski demikian, Israel tak mengizinkan Hassan menerima pengobatan sehingga dia kehilangan kemampuan pengelihatannya.
"Walaupun kami sudah menyediakan laporan kesehatan untuk penguasa pendudukan negara Israel, mereka tidak menganggap hal ini penting dan kondisi kesehatannya memburuk," kata Abdunnasir Tamimi.
Militer Israel Serang Markas Hizbullah di Beirut
Israel Perintahkan Evakuasi Paksa Warga di 29 Desa Lebanon
Gunakan Puluhan Kapal, Aktivis Protes KTT G7 di Danau Jenewa
Hassan Tamimi ditangkap dengan tuduhan "melempar batu pada tentara Israel" pada 7 April, lalu dikirim ke Penjara Militer Ofer di sebelah barat Ramallah, sementara menunggu masa sidang pada Juli.
Sebulan setelah penahanannya, kondisi kesehatan Hassan memburuk dan dia dikirim ke sebuah rumah sakit di Israel.
Perhimpunan Tawanan Palestina (PPS) dalam sebuah pernyataan berkata bahwa Hassan kehilangan pengelihatannya karena "pengabaian medis". (AA)