Perpanjang Libur Lebaran Tak Efektif Urai Kemacetan

Kamis, 14/06/2018 17:10 WIB

Jakarta - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai kebijakan pemerintah untuk menambah hari libur Idul Fitri tidak efektif mengurangi kemcaetan arus mudik.

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan, meski pemerintah memperpanjang hari libur, faktanya kemcaetan arus mudik di sejumlah ruas tol masih terjadi.

"Libur panjang tidak ngefek mengurai kemacetan. Perpanjangan Libur Lebaran ternyata tidak efektif untuk mendorong pemudik melakukan perjalanan mudik lebih awal," kata Tulus, melalui rilisnya, Jakarta, Rabu (14/6).

Menurut Tulus, ada sejumlah faktor yang membuat penambahan hari libur lebaran tak efektif mengurai kemacetan arus mudik. Salah satunya, aturan penambahan libur lebaran tidak berlaku untuk seluruh perusahaan swasta.

"Terbukti para pemudik masih menyerbu untuk mudik Lebaran pada H minus 3 dan H minus 2. Bahkan mungkin H minus 1. Bisa juga dikatakan perpanjangan libur Lebaran tidak dipatuhi oleh sektor pelaku usaha," katanya.

Kata Tulus, laporan kemacetan arus mudik yang diterima YLKI paling banyak diterima pada H-3 dan H-2 lebaran. Kemacetan terparah terjadi di ruas tol Cikarang Utama yang mengekor hingga tol Cawang.

"Jadi pemerintah saya kira jangan menutup-nutupi kemacetan, teman-teman di media sosial mengalami kemacetan mengeluh, itu kan sudah tingkat parah," pungkasnya.

TERKINI
Apa Itu Hipertensi? Ini Penyebab dan Gejalanya yang Perlu Diwaspadai Mengapa Hari Hipertensi Sedunia Diperingati Setiap 17 Mei? Ini Sejarahnya Mengenal Sosok Abdul Malik Fadjar, Pencetus Hari Buku Nasional di Indonesia Hari Buku Nasional 17 Mei, Ini Sejarah dan Alasan Diperingati Setiap Tahun