Kelompok Bersenjata Rohingya Bunuh 99 Warga Hindu di Myanmar

Rabu, 23/05/2018 06:49 WIB

Jakarta - Amnesty International memiliki bukti bahwa para pejuang kelompok bersenjata Rohingya membunuh puluhan anggota Hindu dari komunitas mereka di negara bagian Rakhine Myanmar tahun lalu.

Dalam laporan yang diterbitkan pada Selasa kemarin, kelompok hak asasi internasional itu mengatakan para pejuang dari Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) menangkap dan membunuh sebanyak 99 warga sipil Hindu pada 25 Agustus 2017.

Melansir Al Jazeera, Amnesty menyebutkan bahwa pembunuhan di kota Maungdaw terjadi di hari yang sama kala ARSA melancarkan serangan terhadap sekitar 30 pos keamanan di Rakhine.

Akibat serangan itulah militer Myanmar mengusir secara paksa hampir 700.000 orang Rohingya ke Bangladesh. Tak hanya diusir merekan juga dibunuh, diperkosa hingga kediaman mereka dilenyapkan.

Sulit menyalahkan para pemberontak, sebab di Myanmar, warga Rohingya mendapatkan perlakuan secara diskriminasi. Selain kewarganegaraannya ditolak, mereka juga mengeluhkan penganiayaan yang dilakukan oleh mayoritas warga yang beragama Buddha.

Sementara dugaan kejahatan terhadap Muslim Rohingya telah didokumentasikan secara luas. Laporan Amnesty pada Selasa adalah penelitian pertama ke dalam pelanggaran yang dilakukan oleh ARSA.

Direktur penanggulangan krisis Amnesty, Tirana Hassan mengatakan, para pelaku pembunuhan harus dimintai pertanggungjawaban.

"Sulit untuk mengabaikan kebrutalan belaka tindakan ARSA, yang telah meninggalkan kesan tak terhapuskan pada orang-orang yang selamat yang telah kami ajak bicara," katanya dalam sebuah pernyataan.

"Akuntabilitas atas kekejaman ini sama pentingnya dengan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan oleh pasukan keamanan Myanmar di negara bagian Rakhine utara."

Militer Myanmar sebelumnya menuduh pemberontak Rohingya membunuh warga sipil Hindu, tetapi kelompok bersenjata itu  membantah klaim tersebut, dan menyangkal anggotanya atau kombatan melakukan pembunuhan, kekerasan seksual atau perekrutan paksa.

TERKINI
Prabowo Ucapkan Terimakasih ke PDIP dan Megawati Studi Global Ingatkan Konservasi Alam Tak Bisa Abaikan Warga Lokal Prabowo Umumkan Ekspor Batu Bara dan Kelapa Sawit Wajib Lewat BUMN Igor Tolic Tegaskan Persib Belum Bicara Soal Pesta Juara