Rabu, 09/05/2018 14:30 WIB
Jakarta - Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Moskow sangat kecewa dengan penarikan Amerika Serikat dari kesepakatan nuklir Iran dan menurutnya tidak ada alasan untuk langkah seperti itu.
"Iran secara ketat menganut kewajibannya, yang secara teratur dikonfirmasi oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Kami sepenuhnya mendukung dan menyambut ini," kata kementerian itu dilansir Xinhua.
Dalam pernyataan tersebut juga menambahkan bahwa tindakan Washington merusak kepercayaan internasional di IAEA. Amerika Serikat sekali lagi bertindak bertentangan dengan pendapat kebanyakan negara, peduli tentang kepentingannya sendiri, dan sangat melanggar norma hukum internasional.
“Rusia tetap terbuka untuk interaksi lebih lanjut dengan peserta lain dari kesepakatan nuklir Iran dan akan terus aktif mengembangkan kerja sama bilateral dan dialog politik dengan Iran,” katanya.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Selasa bahwa AS akan menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran, perjanjian penting yang ditandatangani pada tahun 2015 oleh Iran, Rusia, Amerika Serikat, Inggris, China, Prancis dan Jerman.
Trump mengulangi sikap kerasnya pada kesepakatan itu, mengatakan bahwa pihaknya gagal mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir atau mendukung terorisme di kawasan itu.
Aboe Bakar Temui Ulama Madura, Sepakat Sinergi Berantas Narkoba
RUU PPRT Disepakati di Tingkat I, Siap Dibawa ke Paripurna
Sekjen Golkar Resmi Luncurkan Buku Kekuasaan Yang Menolong
Keyword : Rusia AS Kesepakatan Nuklir