Dana CSR Telkom Berbau SARA Dinilai Hoax
Rabu, 25/04/2018 17:01 WIB
Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mendapat berbagai tuduhan negatif. Perusahaan plat merah itu dikabarkan telah melakukan diskriminasi terkait dana program corporate social responsibility (CSR) terhadap perbaikan sarana ibadah.
Menanggapi hal itu, Ketua Umum FSP BUMN Bersatu
Arief Poyuono mengatakan, tuduhan perlakuan diskriminatif oleh sejumlah kalangan pada Direksi
Telkom yang menyalurkan dana program CSR adalah hoax alias tidak mengunakan data yang valid.
"Masa tuduhan terhadap
Telkom yang dituduh diskriminatif dalam menyalurkan dana CSR dengan menyalurkan bantuan untuk gereja 3,5 milyar dan masjid hanya 100 juta, pakai sumber data dari medsos, kan aneh juga," kata Arief, melalui pesan singkatnya, Jakarta, Rabu (25/4).
Kata Arief,
Telkom merupakan perusahaan terbuka dan setiap kegiatan perusahaan mulai dari pengembangan usaha dan penyaluran CSR sebagai kewajiban badan usaha yang beroperasi di Indonesia harus dilaporkan secara transparan pada publik.
"Dan pengunaan CSR Di
Telkom juga diawasi oleh Kementrian BUMN. Jadi sangat engga mungkin pembagian CSR
Telkom didasarkan para subjektivitas yang didasarkan
SARA," terangnya.
Untuk itu, kata Arief, patut dicurigai pengguna isu pembagian CSR diskriminatif oleh
Telkom dan aksi-aksi demo ke
Telkom muncul disaat akan RUPS yang diarahkan untuk mendiskreditkan direksi
Telkom.
"Patut dicurigai ada pihak dari luar dan dalam
Telkom yang tidak puas dengan Direksi
Telkom sehingga membiayai aksi-aksi demo untuk mendiskreditkan direksi
Telkom," katanya.
Karena itu, lanjut Arief, FSP BUMN Bersatu meminta pemerintah dalam hal ini Kementrian BUMN tak perlu terpengaruh dengan isu hoax dari Medsos yang sengaja mendiskreditkan manajemen dan karyawan
Telkom.
"Bagi yang ingin bernafsu jadi direksi
Telkom jangan pakai isu-isu
SARA untuk mendiskreditkan manajemen
Telkom," tegasnya.
TERKINI
71 Tahun Konferensi Asia Afrika: Warisan Bandung di Tengah Dunia Bergejolak
"Super-Venus", Planet Baru Enaiposha yang Bikin Ilmuwan Bingung
Mendes Yandri Ajak Setiap Ormas Punya Desa Binaan
Mengenal Sisi Unik dari Lucid Dream yang Jarang Diketahui