Selasa, 24/04/2018 10:21 WIB
New York - Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menegaskan, tidak ada solusi yang terbilang `ajaib` untuk menyelesaikan konflik di Suriah.
Hal itu dia ungkapkan saat melakukan konferensi pers dengan Perdana Menteri Swedia, Stefan Lofven di ibu kota Swedia, Stockholm.
Pernyataan Guterres cukup beralasan. Menurutnya, saat ini di Suriah terdapat berbagai macam pasukan militer yang datang dari seluruh dunia, dan dengan kepentingan yang berbeda satu sama lain. Sehingga mustahil mendamaikan Suriah, bila seluruh pihak enggan duduk bersama.
"Tidak tidak akanbisa menyelesaikan masalah (di Suriah). Di Suriah saat ini, ada semua jenis milisi. Dan pejuang seluruh dunia dapat Anda temui di Suriah," kata Guterres dilansir dari Memo.
Lufthansa Pangkas 20.000 Penerbangan Akibat Meroketnya Harga Avtur
Negosiasi Bergeser, Selat Hormuz Jadi Senjata Geopolitik Utama Iran
Perang Ganggu Pasokan, Harga Kondom Merek Ini Bakal Mahal
"Jelas naif berpikir bahwa PBB dapat memecahkan masalah itu, terutama untuk membagi-bagi Dewan Keamanan dalam hal ini," imbuhnya.
Guterres mengatakan, perang di Suriah menunjukkan bahwa Perang Dingin telah kembali. Akan tetapi, kali ini bentuknya berbeda dari Perang Dingin yang terjadi pada 1947-1991 silam.
"Amerika Serikat dan Rusia tidak mengendalikan semua orang, seperti dalam Perang Dingin, di mana sejumlah negara yang sangat aktif di wilayah ini: Turki, Iran, Arab Saudi, dan lainnya. Dan jelas bahwa tidak ada dua blok yang terkontrol dengan baik," jelasnya.
Keyword : PBB Suriah Perang Dingin Timur Tengah