Senin, 16/04/2018 16:28 WIB
Jakarta – Pembukaan kawasan hutan guna pembangunan infrastruktur menjadi ancaman bagi habitat badak. Demikian diungkapkan oleh Kepala Bidang Sejarah Purbakala dan Warisan Dunia Kementerian Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Dohardo Pakpahan.
“Dengan adanya pembangunan infrastruktur masif, badak memutus rantai habitatnya,” kata Pakpahan, pada Senin (16/4) di Jakarta.
Pakpahan menjelaskan, ekosistem badak tak cuma di hutan, melainkan harus mendapatkan akses hingga ke pesisir. Akan tetapi, karena ada jalan-jalan beraspal hasil proyek infrastruktur, badan memutus rantai habitatnya.
“Badak itu butuh garam. Tapi karena ada aspal, dia tidak bisa lewat. Karena tidak bisa terkena aspal,” demikian penuturannya.
Sulap Hutan jadi Peternakan Ayam, Pengusaha Ini Terancam 10 Tahun Penjara
Cegah Kecelakaan Jemaah Haji, Saudi Hadirkan Teknologi Canggih
Selamat! Tiga Anak Harimau Beggala Lahir di TSI Prigen, Kemenhut Apresiasi
Tak hanya sebagai spesies kunci, keberadaan badak di hutan sangat penting untuk mencegah kebakaran hutan. Pakpahan menyebut, badak punya peran yang sama dengan gajah, ketika ada api di hutan.
“Badak itu sifatnya mematikan api. Sama seperti gajah. Kalau rantainya diputus, tidak heran ada kebakaran-kebakaran,” ujar Pakpahan.
Keyword : Badak Hutan Infrastruktur Kemdikbud