Dituduh Rasis, Starbucks Minta Maaf

Senin, 16/04/2018 16:14 WIB

Jakarta – Sejumlah orang berkumpul di depan salah satu kedai kopi Starbucks di Amerika Serikat, Minggu (15/04) untuk melakukan protes lantaran staff Starbucks dikabarkan telah mengusir dua warga kulit hitam dengan kejam.

Pengusiran terjadi lantaran staf Starbucks menuding dua orang itu masuk menerabas tanpa izin dari pihak petugas. Kejadian itu sempat viral di media sosial, pasalnya video pengusiran tersebut diunggah oleh salah seorang pengunjung ke medsos.  

Rekaman itu menjadi viral sejak diposting di Twitter dan memunculkan tuduhan bahwa Starbucks memilah-milah orang berdasarkan profil rasial.

"Kami tidak memberi tip kepada pelayan kulit hitam", kata pengunjung restoran di AS

Petugas polisi Philadelphia Richard Ross mengatakan bahwa petugasnya melakukan tindakan yang benar untuk melakukan penangkapan karena staf menyatakan kepada mereka bahwa dua orang itu masuk tanpa izin dan menimbulkan gangguan.

"Jika suatu perusahaan menelepon dan mengatakan bahwa ada orang yang tidak lagi diinginkan di perusahaan mereka, petugas memiliki kewajiban hukum untuk melaksanakan tugas mereka," kata Ross dilansir BBC.

Namun menurut kepala eksekutif (CEO) Starbucks Kevin Johnson mengatakan video itu menunjukkan bahwa tindakan yang diambil stafnya "salah".

Kevin Johnson bahkan menyatakan "permintaan maaf yang terdalam" kepada dua orang yang jadi korban insiden itu dan mengatakan Starbucks akan melakukan apa pun akan dilakukan untuk memperbaiki hal itu.

"Video yang direkam oleh pelanggan sangat berat untuk ditonton dan tindakan yang ada dalam rekaman itu tidak mewakili misi dan nilai Starbucks kami," kata Johnson.

Dia menambahkan bahwa stafnya tidak seharusnya menelepon polisi berdasarkan kejadian yang jadi penyebabnya itu.

“Perusahaan gerai kopi kami berencana untuk mengkaji ulang segalanya untuk mencegah agar hal seperti itu tidak pernah terjadi lagi", kata Johnson.

TERKINI
Norwegia Lolos ke Fase Gugur, Haaland: Ini Sungguh Istimewa KPK Panggil Anggota Komisi III DPR Nabil Husein Kasus Rita Widyasari Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Uzbekistan Trump Sebut Ancaman Ini Lebih Mengerikan Ketimbang Depresi Ekonomi Global