Sabtu, 15/08/2026 10:38 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Menjaga tutupan pohon yang sudah ada di kawasan perkotaan mungkin lebih penting bagi kesehatan warga dibanding sekadar menanam pohon baru.
Studi terhadap sejumlah kawasan di Chicago selama 11 tahun menemukan, penurunan tutupan pohon berkaitan dengan meningkatnya angka kematian, terutama di wilayah yang mengalami suhu paling panas.
Dikutip dari Live Science, penelitian yang dipublikasikan pada 5 Agustus 2026 di jurnal GeoHealth itu menganalisis perubahan tutupan kanopi pohon dan angka kematian di seluruh wilayah sensus Chicago pada 2011–2021.
Hasilnya menunjukkan bahwa perubahan tutupan pohon dari tahun ke tahun lebih kuat berkaitan dengan angka kematian dibanding sekadar jumlah pohon yang sudah ada di suatu kawasan.
Studi Temukan Berkurangnya Tutupan Pohon Berkaitan dengan Risiko Kematian
Peduli Kesehatan Warga, Ganjar Pranowo Bangun 54 RSUD dan 71 Puskesmas
Kawasan yang terus kehilangan tutupan pohon cenderung mengalami kenaikan angka kematian. Sebaliknya, wilayah yang tutupan kanopinya meningkat menunjukkan kecenderungan penurunan angka kematian.
Para peneliti memperkirakan setiap kenaikan satu poin persentase tutupan kanopi dari tahun ke tahun berkaitan dengan sekitar 10 persen penurunan angka kematian.
Penurunan paling besar terlihat pada kematian yang berkaitan dengan penyakit kardiovaskular, pernapasan dan kesehatan mental.
Namun, penelitian ini tidak membuktikan bahwa hilangnya pohon secara langsung menyebabkan meningkatnya angka kematian. Para peneliti menemukan hubungan antara kedua pola tersebut berdasarkan data pengamatan selama 11 tahun.
Untuk mendapatkan hasil tersebut, tim menggabungkan data satelit tahunan mengenai tutupan pohon dengan lebih dari 220.000 catatan kematian dari departemen kesehatan negara bagian dan kota.
Analisis juga memperhitungkan sejumlah faktor lain, termasuk suhu musim panas, polusi udara, pendapatan dan segregasi permukiman.
Hubungan antara tutupan pohon dan kematian terlihat paling kuat di kawasan Chicago yang mengalami suhu lebih tinggi.
Pohon dapat membantu mendinginkan lingkungan perkotaan melalui bayangan yang diberikan pada jalan, trotoar dan bangunan. Pohon juga melepaskan uap air yang membantu menurunkan suhu udara di sekitarnya.
Pola tersebut terlihat jelas di South Side dan West Side Chicago. Kedua kawasan itu mengalami kehilangan tutupan pohon yang tajam, suhu musim panas yang lebih tinggi serta angka kematian yang lebih besar.
Sebaliknya, kawasan di sekitar tepi danau cenderung lebih sejuk dan memiliki angka kematian lebih rendah.
Penelitian ini juga memberikan gambaran mengenai pentingnya mempertahankan pohon yang sudah tumbuh besar.
Para peneliti membuat simulasi jika tutupan kanopi Chicago meningkat 0,03 persen setiap tahun, atau kira-kira sejalan dengan penanaman sekitar 14.000 pohon per tahun. Model tersebut memperkirakan sekitar 105 kematian per tahun dapat dicegah melalui pertumbuhan tutupan pohon.
Namun, angka tersebut merupakan perkiraan model, bukan jumlah kematian yang benar-benar tercatat berhasil dicegah setelah penanaman pohon.
Pohon yang baru ditanam juga membutuhkan waktu untuk tumbuh. Kanopinya belum mampu memberikan keteduhan sebesar pohon dewasa dalam waktu singkat.
Karena itu, temuan penelitian memperkuat argumen bahwa melindungi pohon-pohon dewasa yang sudah ada dapat menjadi bagian penting dari kebijakan kesehatan perkotaan, bukan hanya memperbanyak penanaman pohon baru.
Penelitian ini dilakukan oleh tim yang dipimpin Harrison Garcia dan diterbitkan dalam GeoHealth dengan judul Increasing urban tree canopy associated with reduced mortality: A longitudinal analysis of Chicago neighborhoods. (*)
Sumber: Live Science