Inilah Kendala Industri Kuliner di Indonesia
Selasa, 10/04/2018 22:17 WIB
Jakarta - Merujuk pada data Kementerian Perindustrian bahwa kuliner merupakan salah satu penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar di sektor non migas, yakni sebesar 43,95 persen.
Menurut Gerakan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI 2017), sektor
kuliner pun diprediksi akan tumbuh hingga lebih dari 10 persen. Hal itu menandakan semakin ketatnya persaingan di sektor
kuliner, termasuk pastry dan bakery.
Berdasar fakta itu, Unilever Food Solutions melalui Blue Band Master mengadakan Incubator Camp untuk memperkaya wawasan para pemenang provinsi dalam menjawab beragam tantangan
bisnis yang kian ketat.
Menurut Managing Director Unilever Food Solutions, Thomas Agus Pamudji, pihaknya menyadari masih ada beragam kendala dalam mengembangkan
bisnis oleh-oleh.
"Mulai dari kurangnya keunikan karakter
oleh-oleh, desain kemasan yang kurang menarik, pemilihan bahan kemasan yang kurang tepat, dan keterbatasan sumber informasi terkait kelengkapan legalitas izin usaha," ucapnya di acara Incubator Camp, di Jakarta, Selasa (10/4).
Program Incubator Camp diadakan untuk mempersiapkan diri menghadapi persaingan industri yang kian ketat. Dikemas dalam bentuk workshop dan business pitching bagi para pemenang provinsi Blue Band Master Oleh-oleh 2017.
Bekerjasama dengan berbagai instansi yang kompeten di bidangnya, antara lain Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Akademi Gastronomi Indonesia (AGI), Indonesia Pastry Allianc (IPA), dan Kreavi.
TERKINI
Guru Ingatkan Dampak Layar Digital pada Cara Siswa Belajar dan Berpikir
New York Terancam Banjir Ekstrem, 4,4 Juta Warga Berisiko Terdampak
Ilmuwan Temukan Sistem Tersembunyi Pengatur Gula Darah dalam Tubuh
Tragedi Chernobyl: Ledakan Reaktor Nuklir yang Hampir Picu Bencana Global