Senin, 09/04/2018 15:55 WIB
Jakarta – Festival Jajanan Bango (FJB) 2018 hadir kembali tahun ini sebagai ajang untuk mempromosikan kuliner tradisional sebagai daya Tarik wisata kuliner Indonesia yang mempunyai porsi terbesar dalam portofolio bisnis Pariwisata.
Salah satu even kuliner yang didukung Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan PT Unilever Indonesia. FJB akan berlangsung di dua kota, yaitu Jakarta dan Makassar pada 14-15 April 2018 (Jakarta) dan 05-06 Mei 2018 (Makassar).
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, Indonesia memiliki potensi menjadi destinasi wisata kuliner unggul di mata dunia. Salah satunya melalui ajang kuliner ini, Ia berharap mampu meningkatkan pesona kuliner Indonesia di mata dunia.
"Kuliner, khususnya kuliner tradisional masuk dalam kelompok besar wisata budaya (culture) dengan porsi 60% karena daya tariknya sangat tinggi,” kata Menpar Arief dalam konferensi pers FJB 2018 di Kementerina Pariwisata, Senin (09/04).
Menpar Diingatkan, Pariwisata Harus Tingkatkan Kontribusi Ekonomi Daerah
Kemenpar Diminta Manfaatkan AI untuk Pariwisata Berdaya Saing Global
Komisi VII DPR Kebut Tuntaskan Pembahasan RUU Kepariwisataan
Senada dengan Menpar, penyelenggara FJB 2018, Hernie Raharia menuturkan bahwa dengan adanya event ini diharapkan mampu mengdongkrak nilai jual makanan tradisional Indonesia di mata dunia.
"Sejak 2005 lalu diselenggarakan, Bango ingin mengajak sebanyak mungkin pecinta kuliner mengenal dan mencintai kekayaan dan pesona kuliner indonesia. Para pengunjung akan dimanjakan dengan puluhan hidangan khas Indonesia," ujar Penyelenggara FJB 2018, Hernie Raharja.
Di festival ini juga akan menghadirkan para wirausaha kuliner generasi baru, dalam melanjutkan regenerasi pelestarian kuliner di Indonesia. Terdapat sekitar 7000 peserta kompetisi `Bango Penerus Warisan Kuliner` yang digelar atas kerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) pada Februari hingga Maret 2018 lalu.
Keyword : Bango Kemenpar Kuliner Nusantara