Ideologi ISIS Masih jadi Ancaman
Senin, 09/04/2018 07:11 WIB
Bagdad – Perdana Menteri Iraq Haider Al Abadi menyebut ideologi kelompok teror Islamic State Iraq and Syria (Daes, Red) masih menjadi ancaman di Irak meskipun secara militer kelompok tersebut sudah bisa dikalahkan.
Ia menjeleskan bahwa perang darat dengan
ISIS memeng sudah usai, menyelamatkan semua wilayah negaranya dan menguasai perbatasan dengan Suriah.
"Namun bahaya dari ideologi dan sel tidur
ISIS tetap ada. Saya harus memperingatkan semua orang tentang hal itu," papar Abadi dalam sebuah pidato di sebuah pertemuan Partai Dawa Islam, partai yang berkuasa di
Irak.
"Para pejabat
Irak telah mengatakan kepada saya bahwa perang melawan Daesh mungkin memakan waktu hingga 10 tahun, tetapi kami berhasil mengatasinya dalam waktu singkat," lanjutnya.
Perdana Menteri Abadi mengatakan,
Irak telah mengalami masa puncak korupsi dan kebijakan sektarian yang menyebabkan terorisme dan kekerasan.
"Kami ingin dukungan publik dalam perubahan besar ini," katanya.
Kelompok teror tersebut mulai kehilangan kendali atas wilayah yang dikuasainya. Pada akhir 2014,
ISIS memasuki masa puncak dan menduduki dua pertiga wilayah Suriah.
Runtuhnya Raqqa, pada 17 Oktober menandai akhir organisasi teroris tersebut.
Setelah Raqqa berhasil direbut, pernyataan peringatan tentang bahaya ideologi
ISIS ini banyak diungkapkan oleh pejabat, termasuk Jenderal Amerika Serikat Paul E. Funk. Kemudian Koordinator Kontra-terorisme UE Gilles de Kerchove dan Ketua Komite Militer NATO Petr Pavel. (aa)
TERKINI
KWP Award, Ubaidillah Dianugerahi Tokoh Penjaga Etika Penyiaran Publik
Raphinha Ingin Bremer Perkuat Lini Belakang Barcelona
Dapat Perlindungan, Dua Pesepak Bola Wanita Iran Resmi Menetap di Australia
Cedera Kronis, De Ligt Terancam Absen hingga Akhir Musim