Tentara Israel "Kesetanan" Tembaki Warga Palestina

Sabtu, 31/03/2018 14:10 WIB

Gaza -  Pasukan Israel langsung menembaki warga Palestina pada Jumat (30/3)  ketika mereka berbaris dalam demonstrasi damai menuntut hak untuk kembali bagi pengungsi.

Pasukan itu menggunakan peluru tajam untuk menembak mati warga Palestina ketika mereka berkumpul di sepanjang perbatasan timur Gaza dengan Israel, kata Ayman as-Sahbani, kepala ruang gawat darurat di Kompleks Medis Al-Shifa Gaza City.

Al-Sahbani mengatakan beberapa korban luka parah yang dibawa ke rumah sakit telah ditembak di kepala dan dada. "Lebih dari 200 warga Palestina dengan luka-luka peluru di kaki mereka telah dibawa ke rumah sakit sejak Jumat pagi," ujar Ayman.

Al-Sahbani mengatakan ruang operasi di rumah sakit penuh dengan orang-orang yang terluka mengantri dan jumlah yang terluka melebihi kapasitas di pusat kesehatan di Gaza.

Dia meminta organisasi kemanusiaan untuk membantu perawatan intensif, tambahan ruang operasi dan persediaan medis untuk mengobati mereka yang terluka. Palang Merah Palestina mengatakan 118 orang terluka di kota-kota Ramallah, Nablus, Qalqilya dan Jericho. Mereka terluka karena peluru tajam, peluru plastik dan sebagian besar korban terkena gas air mata.

Sebelumnya puluhan ribu warga Palestina di Jalur Gaza yang diblokade berkumpul di perbatasan Jumat untuk menegaskan kembali hak mereka untuk kembali ke rumah mereka di Palestina yang bersejarah.

Demonstrasi massal hari Jumat juga dimaksudkan untuk menekan Israel mencabut blokade yang sudah dilakukan lebih dari satu dekade di Jalur Gaza yang dikelola Hamas.

Terlepas dari unjuk rasa damai itu, ada 14 demonstran Palestina telah ditembak pasukan Israel yang menjaga sepanjang perbatasan.

Puluhan ribu warga Gaza berbaris sepanjang 45 kilometer (28 mil) di perbatasan Timur dengan Israel untuk menuntut hak mereka kembali ke rumah leluhur di Palestina yang bersejarah.

Israel mengerahkan ribuan pasukan di sepanjang perbatasan untuk mengantisipasi demonstrasi massa. Dijuluki "Great Return March", unjuk rasa itu juga dimaksudkan untuk menekan Israel mencabut blokade selama satu dasawarsa di Gaza.

Rally telah didukung oleh hampir semua faksi politik Palestina, yang telah berulang kali menekankan sifat damai acara tersebut.

Sejak 2007, Jalur Gaza telah diblokade Israel / Mesir yang akibatnya melumpuhkan perekonomian dan kebebasan rakyat Palestina. * Merve Aydogan di Ankara juga menyumbangkan cerita ini. (AA)

TERKINI
Sekjen Golkar Resmi Luncurkan Buku Kekuasaan Yang Menolong Hari Kartini 21 April 2026 Apakah Libur Nasional? Ini Penjelasan Resminya Legislator Golkar: Harga BBM Subsidi Tak Naik, Daya Beli Tetap Terjaga KPK Serahkan Barang Rampasan Senilai Rp3,52 Miliar ke Lemhannas