Kekayaan Heritage Dihadirkan di Media Viewing Trend 2018
Senin, 26/03/2018 22:13 WIB
Jakarta - Kali pertama, Indonesian Fashion Chamber (IFC) menghelat acara fashion presentation yang bertajuk "Media Viewing Trend". Ajang ini bertujuan memperkenalkan perkembangan tren fashion di Indonesi pada kalangan media, buyer, dan stakeholder terkait.
Selaras dengan target yang dicanngkan Pemerintah yakni menjadikan Indonesia sebagai salah satu sentra fashion tingkat dunia di tahun 2025, maka Indonesia dituntut siap sebagai pusat inspirasi dan acuan tren bagi
industri fashion global.
Ali Charisma, National Chairman Indonesia Fashion Chamber (IFC) mengatakan Media Viewing Trend ditujukan untuk memperlihatkan kondisi
industri fashion Indonsia yang sebenarnya, termasuk perkembangan tren mlalui karya para desainer Indonesia. "Dengan mengoptimalkan kekayaan heritage yang kita miliki,
industri fashion Indonesia memiliki kekuatan untuk disorot dunia," ujarnya saat acara Media Viewing Trend di Lotte Avenue, Senin (26/3).
Dengan mengangkat kekuatan konten lokal dan kesinambungan dengan tren global serta inspirasi lintas kultur dari mancanegara, Indonesia berpotensi memberikan taaran tren fashion pada skala internasional.
Media Viewing Trend menampilkan presentasi karya desainer Indonesia yang mewakili sejumlah kategori busana, yaitu Avant Garde, Urban, Muslim, dan Evening Wear. Mereka juga diberi kesempatan menjelaskan tentang rancangannya meliputi desain, prouksi hingga pemasaran.
Kategori busana Urban dan Avant Garde diwakili oleh: Raegitazoro, Jumpanona by Rilya Krisnawati, Malea by Mega MA, NY by Novita Yunus, Dina Midiani, Yunita Kosasih dan The Future (desainer muda). Kategori busana muslim dan Evening Wear diwakili oleh: Irna La Perle by Irna Mutiara, Sad Indah, Christine Wibowo, DVK by Defika Hanum, Bramanta Wijaya, Dni Paraswati, Saffana, Fomalhaut Zamel, dan Devy Ros.
TERKINI
KPK Limpahkan Perkara Yaqut Cholil ke Pengadilan Setalah Musim Haji 2026
Alasan Burung Garuda Dipilih Sebagai Lambang Negara Indonesia
KPK Tunggu Laporan JPU Sebelum Panggil Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama
Tebang 30 Pohon di Hutan Lindung Lampung, Dua Pembalak Liar Diamankan