Minggu, 18/03/2018 14:17 WIB
Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menegaskan, informasi kebocoran data Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK) dari pelanggan seluler adalah palsu (hoax).
"Karena yang digunakan oleh operator hanya NIK dan nomor KK yang berupa angka tanpa bisa dibuka isi datanya. Kedua nomor tersebut hanya sebagai verifikator sesuai atau tidak sesuai," kata Tjahjo.
Selain itu, ia menegaskan informasi mengenai hilangnya 72 juta Kartau Tanda Penduduk (KTP) elektronik di dunia maya juga merupakan kabar bohong.
Menteri Tjahjo memastikan KTP elektronik hingga kini sangat aman karena sistem keamanan KTP elektronik dibuat berlapis.Sedangkan blanko untuk pembuatan KTP elekronik saat ini hanya mencapai 20 juta keping.
Pramono Soroti Komunikasi BUMD Belum Berjalan Baik Karena Ego Tinggi
Studi Ungkap Semua Hewan Punya "Irama Universal" dalam Berkomunikasi
MAKI Desak Kejagung Bongkar Korupsi Lainnya oleh Hery Susanto