Kamis, 08/03/2018 01:41 WIB
Jakarta - Paris Saint Germain (PSG), kembali menelan kekalahan kedua melawan Real Madrid pada laga 16 besar Liga Champions, Rabu (07/03) dini hari.
Dalam pertandingan tersebut PSG harus mengalami kekalahan 2-1 di kandang sendiri. Setelah sebelumnya juga dipermalukan di stadion El-Real 3-1. Kegagalan tersebut membuat Mbappe dkk tersingkir dalam perebutan gelar UCL.
Usai kekalahan tersebut, gelandang PSG, Julian Draxler menyuarakan kekecewaan dan kemarahannya kepada sang pelatih Unai Emery.
Pemain berusia 24 tahun itu tidak setuju dengan taktik Emery untuk pertandingan tersebut, saat pemain Jerman itu menggantikan Angel Di Maria pada menit ke-76, dan dia juga mengkritik kebijakan transfer yang digunakan oleh ketua PSG Nasser Al-Khelaifi.
Martinelli Siap Bawa Arsenal Melangkah Lebih Jauh di Liga Champions
Mikel Arteta Bangga Arsenal Ukir Sejarah Baru Liga Champions
Kompany Puji Mental Bayern Usai Singkirkan Real Madrid
"Real Madrid bermain pelan dan tidak gugup," kata Draxler dilansir Marca.
"Kami memainkan bola, tapi Anda tidak bisa menang dengan melakukan itu," lanjutnya.
"Anda harus menekan Real saat Anda tertinggal 3-1, tidak hanya melewati dan menunggu ada yang jatuh dari langit," tambahnya.
"Musim panas ini, kami menghabiskan 400 juta euro dan semua orang mengatakan bahwa ini akan mengubah keadaan, tapi kami masih belum berkembang melewati babak ini."
Mengenai Emery, Draxler jelas tidak puas dengan kebijakan seleksi dan taktik manajer Spanyol tersebut.
"Kurangnya sensitivitas, saya tidak mengerti," katanya. "Itu tidak logis.
"Tujuan utama untuk memenuhi syarat tidak berubah," tambahnya.
"Saya tidak tahu apa yang terjadi, saya terkejut dan sedikit marah."
Keyword : PSG Emery Liga Champions