Turki Kecam Pembukaan Pemukiman Baru Israel di Yerusalem

Sabtu, 24/02/2018 15:39 WIB

Ankara – pembangunan ratusan unit perumahan Yahudi baru di wilayah pendudukan Yerusalem Timur mendapat kecaman dari Turki. Melalui Kementerian Luar Negeri, Turki menyatakan Israel telah mengabaikan hukum internasional dan resolusi PBB.

"Kami mengecam persetujuan Israel atas pembangunan 3.000 unit permukiman baru untuk pemukim Yahudi yang sebagian besar berada di properti pribadi orang-orang Palestina di bagian selatan Yerusalem Timur yang diduduki Israel, yang merupakan ibukota Palestina," kata sebuah pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki.

"Israel mengubah pendudukannya menjadi kolonialisme permanen dengan membangun unit pemukiman di tanah Palestina dan dengan demikian menghilangkan dasar-dasar proses perdamaian," kata pernyataan tersebut.

Sekitar 600.000 pemukim Israel saat ini tinggal di lebih dari 100 pemukiman Yahudi yang dibangun di Tepi Barat dan Yerusalem Timur sejak 1967.

Orang-orang Palestina menginginkan daerah-daerah ini, bersama dengan Jalur Gaza, untuk negara Palestina.

Hukum internasional memandang Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai wilayah yang diduduki dan menganggap semua aktivitas pembangunan permukiman Yahudi di atas tanah itu ilegal. (AA)

TERKINI
Legislator Golkar: Program Sosial Harus Transparan dan Berkelanjutan ESDM: Pemerintah Target Penerapan BBM Campuran Etanol Mulai 2027 Gunung Sorikmarapi Waspada, Warga Diimbau Jauhi Radius Kawah Daftar Haji 2027 Diumumkan Awal, Wamenhaj: Beri Ruang Waktu Cukup Panjang