Pharos Indonesia Segera Tarik Peredaran Albothyl
Sabtu, 17/02/2018 10:24 WIB
Jakarta - PT Pharos Indonesia, produses obat sariawan Albothyl yang dibekukan Badan Pengawas Obat dan Makanan, akan segera melakukan penarikan dari pasaran di seluruh wilayah Indonesia.
"Kami akan terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan
BPOM terkait dengan penarikan itu," kata Direktur Komunikasi Pharos Indonesia, Ida Nurtika.
Pharos Indonesia, Ida mengatakan, menyatakan menghormati keputusan
BPOM yang membekukan izin edar
Albothyl hungga ada persetujuan perbaikan indikasi. Ida menjamin PT Pharos Indonesia selama ini menerapkan cara pembuatan obat yang baik (CPOB) dalam seluruh rangkaian produksi mulai dari pengujian bahan baku hingga produk jadi yang dihasilkan.
Menurut Ida,
Albothyl adalam produk yang sudah lebih dari 35 tahun beredar di Indonesia. Produk tersebut berada di bawah lisensi dari Jerman yang kemudian dibeli oleh perusahaan Takeda dari Jepang. "Selain di Indonesia,
Albothyl juga digunakan di sejumlah negara lain," ujarnya.
Sebelumnya,
BPOM membekukan izin edar
Albothyl yang selama ini biasa digunakan sebagai antiseptik dan obat sariawan. Dalam dua tahun terakhir,
BPOM menerima 38 laporan dari profesional kesehatan yang menerima pasien dengan keluhan efek samping obat
Albothyl untuk pengobatan sariawan, yaitu sariawan semakin membesar dan berlubang hingga menyebabkan infeksi. (ant)
TERKINI
Inilah Dalil Lengkap Puasa Senin Kamis Beserta Niatnya
Iran: Keamanan Hormuz Bergantung pada Kebebasan Ekspor Minyak Iran
Kalah dari Manchester City, Arteta: Peluang Arsenal Juara Masih Terbuka
Ilmuwan Kini Bisa "Mengedit" Sirkuit Otak untuk Meningkatkan Daya Ingat