Selasa, 06/02/2018 23:01 WIB
Jakarta - Tiga hari sebelum dimulainya Olimpiade Musim Dingin ke-23, puluhan atlet Rusia pada Selasa (06/02) mengajukan permohonan banding agar dapat bersaing di Pyeongchang.
Secara keseluruhan, 32 atlet Rusia mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrasi Olahraga.
Pada Desember lalu, Komite Olimpiade Internasional (IOC) melarang seluruh tim Olimpiade Rusia, mencegah mereka untuk membela negaranya. Namun, IOC telah mengizinkan beberapa calon atlet Rusia untuk bersaing secara netral sebagai atlet di Olimpiade mendatang.
Rencanya upaya banding tersebut akan disidangkan pada Rabu (07/02) demi memastikan para atlet tersebut dapat tampil di Olimpiade mendatang.
Eropa Kekurangan Mesin Jet untuk Sokong Program Drone Ukraina
Ukraina Tuding Rusia Beri Bantuan Siber dan Mata-Mata untuk Iran
Warga Rusia Diminta Hindari Pergi ke Negara-Negara Ini
Beberapa di antara atlet seperti Viktor Ahn dan biathlete Anton Shipulin dituduh menggunakan dofing.
"Sangat memalukan bahwa tidak ada alasan konkret yang menjelaskan pengecualian saya dari Olimpiade, dan selanjutnya orang sekarang memandang saya sebagai atlet yang menggunakan doping," tulis Ahn dilansir UPI.
IOC masih menolak untuk menerima atlet tersebut, seperti yang dilakukan pada Senin, ketika badan Olimpiade memblokir permintaan serupa dari 13 atlet Rusia dan dua pelatih yang dibebaskan untuk bersaing di Pyeongchang oleh pengadilan pekan lalu.
CAS membatalkan larangan untuk 28 atlet Rusia pekan lalu , dengan alasan tidak cukup bukti untuk menunjukkan bahwa atlet Rusia tertentu telah melanggar peraturan anti-doping.
Keyword : Rusia Pyeongchang Olimpiade