Jurnalis dan Aktivis Kenya Protes Pemblokiran Media

Selasa, 06/02/2018 14:32 WIB

Kenya  - Massa yang berasal dari jurnalis dan aktivis, memprotes pemerintah Kenya yang tetap memaksa pemblokiran tiga stasiun televisi karena lalu menyiarkan upacara pengambilan sumpah pemimpin oposisi Raila Odinga sebagai presiden.

Massa memadati jalanan di Nairobi, Kenya  untuk memprotes media blackout yang telah berlangsung selama lima hari.

Pemblokiran saluran KTN, NTV, dan Citizen News masih berlanjut meskipun pengadilan pada Kamis telah meminta untuk menghentikan pemblokiran tersebut.

"Pengadilan telah mendesak pemerintah untuk mencabut larangan namun pemerintah masih melanggarnya. Kami bergantung pada media untuk mengetahui apa saja yang terjadi di negara kami," ujar Mary Mwebia, partisipan demo, kepada Anadolu Agency.

Aksi protes kemudian dibubarkan oleh polisi dengan menyemprotkan gas air mata.  Beberapa demonstran yang bergerak menuju kantor Kementerian Dalam Negeri kemudian mengajukan petisi untuk menghentikan kekerasan polisi.

Juma Otieno, seorang pemrotes mengkritik polisi karena menggunakan kekerasan terhadap demonstran yang menyuarakan protes dengan "damai".

"Kami berhak untuk memprotes. Kami berada di sini demi kebebasan media. Pemerintah juga seharusnya membebaskan pimpinan oposisi Jenderal Miguna," tegas dia.

Pemerintah pada Selasa menetapkan Gerakan Perlawanan Nasional (NRM) Kenya sebagai kelompok kriminal yang terorganisir, beberapa jam setelah inaugurasi Odinga.

Oktober lalu, Odinga membentuk NRM dari gerakan politik Aliansi Super Nasional (NASA) untuk menekan Presiden Uhuru Kenyatta agar mengundurkan diri, sekaligus mendesak pemilihan umum darurat. (AA)

TERKINI
Menilik Keutamaan Puasa Tasu`a, Penyempurna Ibadah di Bulan Muharram Inilah Dua Golongan yang Paling Menyesal di Akhirat Menikahi Janda Anak Satu, Apakah Wajib Menafkahi Anaknya? Menikahi Janda, Benarkah Ada Pahala dan Keutamaan Tersendiri?