Isu Islam Politik Diprediksi Warnai Pilpres 2019

Sabtu, 03/02/2018 15:30 WIB

Jakarta - Presiden Jokowi dinilai rentan diserang dengan isu keagamaan dan politik identitas pada Pilpres 2019 mendatang. Dimana, kekuatan dan isu politik Islam diprediksi akan mewarnai Pilpres 2019 seperti yang terjadi pada Pilkada DKI Jakarta 2017 yang lalu.

Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Adjie Alfarabi mengatakan, kekuatan Islam politik adalah mereka yang percaya, yakin, dan mengkampanyekan bahwa politik termasuk di dalamnya kriteria pemimpin tidak lepas dari ajaran agama.

"Presiden Jokowi pernah mengungkapkan bahwa agama harus dipisahkan dari politik. Publik secara umum pun terpecah terhadap wacana pemisahan agama dan politik," kata Adjie, di kantornya, Jakarta, Jumat (2/2).

Hasil survei menunjukkan bahwa sebesar 40,7 persen publik menyatakan tidak setuju agama dan politik dipisahkan. Sementara 32,5 persen publik menyatakan setuju bahwa agama dan politik harus dipisahkan.

Diketahui, survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan jumlah responden 1200 orang. Survei dilakukan pada 7-14 Januari 2018. Wawancara dilakukan secara serentak dan tatap muka di 34 provinsi di Indonesia. Sedangkan margin of error kurang lebih 2,9 persen.

TERKINI
Hari Konsumen Nasional Diperingati 20 April, Ini Sejarah hingga Tujuannya 20 April 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini Liam Delap: Chelsea Tak Pantas Kalah dari Manchester United Caicedo: Chesea Belum Menyerah Kejar Tiket Liga Champions