Jerman Ogah Pindahkan Kedutaan ke Yerusalem

Kamis, 01/02/2018 13:48 WIB

Berlin - Menteri Luar Negeri Jerman, Sigmar Gabriel keukeuh menempatkan kedutaan besar mereka di Tel Aviv hingga ditemukan solusi dua negara untuk Israel dan Palestina.

Gabriel mengatakan langkah pemindahan kedutaan besar Jerman ke Yerusalem hanya akan dilakukan setelah ada negosiasi untuk mencari solusi.

"Jerman menanti hari dimana kami bisa memindahkan kedutaan kami di Israel ke Yerusalem. Namun saya harus menambahkan: di dua negara yang memiliki Yerusalem sebagai ibu kota. Tidak ada jalur pintas untuk itu," terang Gabriel.

Dia mengatakan kedua pihak "memiliki aspirasi yang sah terkait Yerusalem", dan jawabannya hanya bisa ditemukan melalui perundingan.

"Kami yakin langkah ini harus diambil setelah penerapan solusi dua negara berdasarkan kesepakatan 1967. Hingga momen itu datang, kami akan terus menaati hukum internasional mengenai status teritori yang dijajah," jelasnya, dikutip dari Anadolu, Kamis (1/2).

Pada Desember 2017 lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara formal mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Langkahnya itu disambut kecaman internasional.

Yerusalem tetap menjadi pusat konflik Israel-Palestina, dengan Palestina yang mengharapkan Yerusalem Timur menjadi ibu kota negaranya kelak.

TERKINI
Dari Sunda Kelapa ke Metropolitan, Menelusuri Sejarah Lahirnya Jakarta Nama Klopp Disebut-Sebut Gantikan Nagelsmann di Timnas Jerman Jumlah Miliarder Dunia Meroket, Nasib Kelas Menengah Malah Begini Spurs Pede Mampu Tikung City dalam Transfer Tonali