Selasa, 30/01/2018 10:57 WIB
Yerusalem - Pemerintah Israel berharap bisa mempercepat proses deportasi pencari suaka Afrika dengan maksud untuk mengganti mereka dengan buruh Palestina. Demikian dilaporkan harian Israel Haaretz, Senin (29/1) waktu setempat.
"Tujuannya adalah agar setidaknya 600 warga negara Eritrea dan Sudan pergi setiap bulan dan menggantikan mereka (di dalam angkatan kerja lokal) dengan pekerja Palestina," lapor Haaretz.
Haaretz juga melaporkan bahwa pemerintah telah memutuskan awal bulan ini bahwa, jika rata-rata setidaknya ada 600 migran Afrika yang tidak berdokumen pergi setiap bulannya, negara itu akan mengeluarkan satu visa kerja untuk buruh Palestina untuk dua migran yang keluar dari negara itu.
Mengutip angka resmi, Haaretz mengatakan, sekitar 34.000 orang Eritrea dan Sudan saat ini tinggal di Israel. Jika sebagian besar meninggalkan negara ini dalam tiga tahun ke depan, 12.000 warga Palestina akan diberi visa untuk bekerja di Israel, berdasarkan rencana pemerintah.
Cegah Ebola, Bahrain Tangguhkan Kedatangan Wisatawan dari 3 Negara Afrika
WHO Deklarasikan Status Gawat Darurat Wabah Ebola di Afrika
Militer Nigeria Bebaskan 7 Anak Korban Penculikan Panti Asuhan
Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu baru-baru ini membantah tuduhan bahwa dia telah mencapai "kesepakatan rahasia" untuk mentransfer pencari suaka Afrika ke Rwanda. (AA)