Rabu, 20/05/2026 08:20 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo memastikan program renovasi 10.000 rumah orang tua siswa Sekolah Rakyat yang tak layak huni hasil kerja sama Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian PKP akan mulai direalisasikan pada tahun ini.
Hal tersebut Wamensos Agus Jabo sampaikan saat audiensi dengan Wali Kota Baubau Yusran Fahim dan Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2026).
"Khusus untuk Tabanan, sementara yang bisa kita bantu adalah (renovasi) rumah orang tua siswa Sekolah Rakyat melalui kerja sama dengan Kementerian PKP,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wamensos Agus Jabo memastikan bahwa sebanyak 31 unit rumah orang tua siswa Sekolah Rakyat di Tabanan telah masuk dalam program perbaikan rumah dan ditargetkan mulai dibangun pada Juni 2026.
Mensos Minta Rekrutmen Siswa Sekolah Rakyat Dipercepat dan Tepat Sasaran
Wamensos Bakal Proses Hukum Kasus Pengadaan Sekolah Rakyat Jika Melanggar
Mensos Gus Ipul Bebastugaskan 2 Pejabat Terkait Pengadaan Sekolah Rakyat
Penjelasan ini merupakan jawaban atas aspirasi Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga. Sebelumnya dalam audiensi dia menyampaikan adanya kebutuhan dukungan penanganan rumah tidak layak huni di wilayahnya.
“Masyarakat kami masih banyak yang rumahnya tidak layak huni. Maka dari itu kami datang mengharapkan uluran tangan dari pemerintah pusat,” kata I Made Dirga.
Di Kabupaten Tabanan sendiri saat ini telah berdiri sekolah rakyat rintisan yaitu SRMP 17 Tabanan dengan 74 siswa yang berlokasi di kompleks Sentra Mahatmiya Bali, Kabupaten Tabanan.
Selain rencana renovasi rumah tak layak huni di Tabanan, audiensi juga membahas percepatan pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Baubau. Pemerintah Kota Baubau telah menyiapkan lahan seluas 7,9 hektare di Kelurahan Palabusa, Kecamatan Lea-Lea dan dinyatakan layak oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
Wali Kota Baubau Yusran Fahim mengatakan seluruh persyaratan administrasi juga telah diselesaikan agar pembangunan Sekolah Rakyat dapat segera diproses pemerintah pusat.
“Kalau dicatatan KemenPU awalnya masih ada catatan soal sertifikat, tapi sekarang sudah dipisahkan dan sudah clear,” kata Yusran.
Sekretariat Bersama Sekolah Rakyat Jauhari menjelaskan Baubau telah masuk daftar pembangunan Sekolah Rakyat permanen tahap ketiga dan tinggal menunggu penetapan lebih lanjut dari Menteri Sosial.
“Baubau sudah masuk tahap tiga. Semuanya sudah clear dan kriterianya sudah memenuhi,” ujar Jauhari.
Menanggapi hal itu, Wamensos Agus Jabo menegaskan pemerintah akan memprioritaskan daerah-daerah yang menunjukkan kesiapan dan keseriusan dalam mendukung program Sekolah Rakyat.
“Daerah-daerah yang effort-nya kuat itu harus menjadi prioritas. Baubau saya kira juga mewakili wilayah kepulauan di Sulawesi yang masih terbatas Sekolah Rakyatnya,” katanya.
Agus Jabo menjelaskan saat ini pemerintah tengah menyelesaikan pembangunan 93 dari 104 Sekolah Rakyat permanen tahap kedua yang ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026 untuk mendukung penerimaan siswa baru pada Juli mendatang.
“Kalau semua yang memenuhi syarat bisa masuk, tentu kita berharap semuanya dibangun. Presiden Prabowo ingin program ini cepat, terbaik, dan volumenya banyak,” katanya.