Iran Bilang, Trump Putus Asa

Sabtu, 13/01/2018 08:37 WIB

Tehran - Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan perjanjian nuklir yang secara resmi disebut Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) tidak dapat dinegosiasikan kembali.

Komentar Zarif itu tak lama setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengguhkan sanksi kepada Iran. Ia memberi waktu 120 hari Eropa untuk merombak kesepakatan tersebut atau ia akan menarik diri keluar Washington dari kesepakatan tersebut.

"Kebijakan Trump dan pengumuman hari ini adalah upaya putus asa untuk merongrong kesepakatan multilateral yang solid," Twit Zarif, dilansir dari Tehran Time (13/1).

"Daripada mengulangi retorika yang lelah, Amerika Serikat baiknya mematuhi secara penuh kesespakan nuklir 2015, sama seperti Iran," sambungnya.

Berdasarkan kesepakatan nuklir 2015  yang ditandatangani antara Iran, Uni Eropa, Jerman dan lima anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Teheran harus membatasi program nuklirnya dengan imbalan penghentian sanksi terkait nuklir. Pakta tersebut mulai berlaku pada bulan Januari 2016.

Sejauh ini Badan Energi Atom Internasional PBB telah mengeluarkan sembilan laporan, setiap saat mengkonfirmasikan kepatuhan penuh Iran terhadap persyaratan kesepakatan JCPOA.

TERKINI
Ciri-Ciri Wanita Salihah dalam Hadis Nabi Muhammad Istri Menolak Hubungan Intim, Ini Pandangan Islam tentang Hukumnya 6 Amalan yang Sering Dikira Sunah, Ternyata Makruh Bacaan Doa Sebelum Malam Pertama, Lengkap Tulisan Arab dan Artinya