Jum'at, 22/12/2017 20:35 WIB
Kuala Lumpur – Seorang warga negara Indonesia (WNI) berusia 24 tahun ditangkap di Pontian, Johor, Malaysia, dalam sebuah operasi keamanan. Pria tersebut diyakini sebagai pemimpin kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD), yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai organisasi teroris.
Dikutip dari News Channel Asia, tersangka tersebut juga dicurigai terlibat dalam aksi pengeboman di Bandung, pada Juli lalu.
Pentolan JAD bukan satu-satunya yang ditangkap. Inspektur Jenderal Malaysia Mohamad Fuzi Harun mengatakan, aparat keamanan Malaysia telah menangkap 20 tersangka teror, termasuk tujuh warga Filipina, lima WNI, dan satu warga Afrika Utara.
“Para tersangka ditahan di Johor, Selangor, Kuala Lumpur dan Sabah antara 30 November dan 15 Desember,” kata Harun dalam siaran persnya, pada Jumat (22/12).
Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026: Dimulai 12 Juni, Final Digelar 20 Juli
Penembakkan Dekat Gedung Putih, Satu Tersangka Tewas
Jadwal Pertandingan Liga Inggris Pekan 38, Tottenham Terancam Degradasi
Harun menambahkan, seorang pria berusia 50 tahun asal Filipina, juga ditangkap karena dicurigai memiliki hubungan dekat dengan pemimpin Abu Sayyaf. Keberadaan tersangka di Malaysia dalam rangka merekrut orang-orang Filipina di Kepong, untuk bergabung bersama kelompok Abu Sayyaf di Filipina Selatan.
Keyword : Terorisme JAD Malaysia Abu Sayyaf