Jum'at, 22/12/2017 19:31 WIB
Yerusalem - Presiden Palestina, Mahmoud Abbas tidak akan pernah lagi menggunakan jasa Amerika Serikat (AS) sebagai mediator konflik Paletina-Israel. Setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pengakuan sepihak soal status Yerusalem sebagai ibu kota Israel beberapa waktu, Abbas merasa ditipu oleh AS.
"Amerika bukan lagi mediator yang jujur dalam proses perdamaian. Kami tidak akan menerima rencana apapun dari Amerika Serikat, karena solusinya sangat bias dan melanggar hukum internasional," kata Abbas dalam pidatonya di depan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Dilansir dari Independent, Abbas mengimbau kepada negara-negara lain yang saat ini juga sedang berkonflik, supaya tidak menjadi AS sebagai orang ketiga. Cukuplah, negara-negara tersebut belajar dari pengalaman Palestina.
Sementara Presiden Macron menegaskan Prancis tetap pada pendiriannya, yakni mengupayakan perdamaian Palestina dan Israel, dengan cara hidup berdampingan. Dia berjanji akan mengakui Palestina sebagai negara, suatu hari nanti, pada waktu yang tepat.
Hizbullah Beri Lima Syarat Gencatan Senjata dengan Israel
Hizbullah: Gencatan Senjata Tidak Bisa Sepihak, Janji Balas Serangan Israel
Parlemen Klaim Kemenangan Iran, Sebut Gencatan Senjata Strategi
"Kesalahan Amerika ialah terlalu gopoh menyelesaikan sesuatu yang harus diselesaikan oleh orang Israel dan Paletina sendiri," kata Macron.
Keyword : Timur Tengah Israel Palestina Amerika Serikat PBB