Rabu, 20/12/2017 06:23 WIB
Berlin - Pemerintah Jerman mengecam rudal balistik milisi Houthi yang kembali mendarat di Riyadh. Ia menyerukan gencatan senjata dan perundingan damai yang dipimpin Perserikan Bangsa Bangsa (PBB)
"Kami mengecam tembakan rudal baru dari Yaman yang dialamatkan ke ibukota kerajaan Arab Saudi. Ini merupakan isyarat yang paling kuat," kata seorang juru bicara kementerian luar negeri Jerman.
"Tidak ada pembenaran untuk tindakan semacam itu. Serangan rudal ke Arab Saudi akhirnya harus dihentikan," sambungya, dilansir dari, Reuters, Selasa (19/12).
Juru bicara tersebut mengatakan bahwa konflik Yaman hanya bisa diselesaikan melalui cara diplomatik. "Kami mendesak para pihak untuk segera melakukan gencatan senjata dan negosiasi di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa."
Uni Eropa Larang Maskapai Melintas di Atas Iran hingga 31 Agustus
Trump: Kesepakatan Akhiri Perang dengan Iran Telah Berakhir
AS Cabut Lisensi Perizinan Penjualan Minyak Iran
Koalisi pimpinan Arab mengakatakan, pasukan pertahanan udara Saudi kembali menembak jatuh rudal balistik yang diluncurkan oleh kelompok Houthi Yaman ke Riyadh. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Menurut pernyataan dari Houthi yang disiarkan melalui televisi Al-Masirah kelompok tersebut bahwa rudal tersebut dikabarkan menargetkan istana-istana di Saudi, fasilitas militer dan minyak.
Pada 4 November bulan lalu, pasukan pertahanan udara Arab Saudi juga mencegat rudal balistik yang ditembakkan dari Yaman di ibukota Riyadh. Dalam insiten tersebut tidak ada korban jiwa..
Keyword : Houthi Yaman Iran Arab Saudi Jerman