Radikal Itu Donald Trump, Bukan Ummat Islam

Minggu, 17/12/2017 10:55 WIB

Jakarta - Ketua MPR Zulkifli Hasan mengikuti Aksi Damai Bela Palestina 1712 bersama puluhan ribu ummat Islam, Ulama dan Habaib di Monumen Nasional, Minggu (17/12).

Kepada puluhan ribu massa aksi, Zulkifli Hasan tegaskan yang seharusnya disebut radikal adalah Donald Trump, bukan Ummat Islam.

"Presiden Amerika mengkhianati konstitusinya sendiri bahwa kemerdekaan adalah Hak Asasi Manusia. Mengesahkan penjajahan adalah bentuk pengkhianatan," terang Zulkifli.

Sebaliknya, Zulkifli Hasan menyebut tuduhan radikal terhadap ummat Islam salah alamat.

Saya percaya Ummat Islam tidak perlu diajarkan lagi soal toleransi karena sudah khatam. Terbukti kita bisa hidup berdampingan damai dalam perbedaan," sambunya.

Zulhasan juga menegaskan solidaritas kemanusiaan terhadap Palestina melintasi batas batas perbedaan Suku, Agama dan latar belakang lainnya.

"Apapun latar belakang Suku maupun Agamanya, membela Palestina adalah membela kemanusiaan. Indonesia berdiri bersama Palestina," tutupnya

Keyword : Warta MPR

TERKINI
Kebiasaan Buruk yang Bisa Menyebabkan Paru-paru Basah Bolehkah Meminta Kematian Saat Ditimpa Ujian Berat? Ini Hukum Pamer Kekayaan atau Flexing dalam Islam Inilah Ciri-Ciri Mukmin Sejati Menjelang Kematian