Rabu, 13/12/2017 07:16 WIB
Istanbul - Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh berharap Organisasi Konferensi Islam (OKI) menindak keputusan Donald Trump usai secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel
"Kami menunggu OKI mengambil keputusan yang sesuai dengan kecaman sejumlah negara," kata Haniyeh, yang berharap organisasi tersebut menolak pengakuan Amerika Serikat.
Hal itu disampaikan saat berkomunikasi dengan Presiden Iran Hassan Rouhani dan sejumlah pejabat penting lainnya melalui telfon. Haniyeh menekankan, dalam seruan tersebut, bahwa keputusan Amerika Serikat adalah agresi pada orang-orang Palestina dan negara Islam.
Menyatukan posisi Palestina, serta posisi Arab dan Islam akan mendukung upaya untuk menghadapi keputusan Amerika Serikat dan akan mendukung intifadah Palestina.
Presiden Lebanon Ogah Kompromi dengan Israel Terkait Kedaulatan
Israel Bangun 12.000 Unit Rumah Baru di Tepi Barat, Ini Respons Hamas
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
Rouhani mengatakan kepada Haniyeh bahwa Iran menolak keputusan tersebut. Ia menegaskan negaranya mendukung rakyat Palestina hingga mereka membangun negara Yerusalem sebagai ibukotanya.
Selain itu, ia menekankan bahwa Iran akan menahan upaya untuk mencapai puncak Islam yang sukses dan mendapatkan resolusi pro-Palestina dan Yerusalem.
Dilansir Memo, Selasa (12/12) pemerintah Turki menyerukan pertemuan OKI di Istanbul pada Rabu (13/12) untuk membahas keputusan Amerika Serikat mengenai Yerusalem.
Keyword : Yerusalem Istanbul Amerika Serikat Israel