Rabu, 06/12/2017 11:13 WIB
Yerusalem - Konsulat Amerika Serikat di Yerusalem menginstruksikan warganya menjauh dari Tepi Barat yang diduduki dan bagian-bagian Yerusalem setelah Presiden Donald Trump mengatakan kepada pemimpin Timur Tengah bahwa ia berencana untuk memindahkan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Israel ke kota suci tersebut.
Reuters melansir, Faksi Palestina di Gaza dan Tepi Barat mengeluarkan seruan pada Selasa (5/12) untuk melakukan demonstrasi menentang gerakan Trump yang diperkirakan di Yerusalem.
"Dengan serentetan seruan untuk demonstrasi yang dimulai pada 6 Desember di Yerusalem dan Tepi Barat, pegawai pemerintah Amerika Serikat dan anggota keluarga mereka tidak diijinkan melakukan perjalanan pribadi di Kota Tua Yerusalem dan di Tepi Barat," kata konsulat tersebut.
"Warga Amerika Serikat harus menghindari daerah di mana orang banyak berkumpul dan di mana ada sejumlah polisi dan atau militer," menurut pesan tersebut.
Tok! Parlemen AS Sepakat Hentikan Aksi Militer terhadap Iran
Saan Pastikan Layanan Jemaah Haji di Madinah Siap, Termasuk Hotel Bintang 5
AS Kawal Puluhan Kapal Dagang Lintasi Selat Hormuz
Pejabat senior Amerika Serikat mengatakan bahwa Presiden Donald Trump kemungkinan pada Rabu (6/12) akan mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.
Dukungan dari Amerika Serikat atas klaim Israel terhadap seluruh Yerusalem karena ibukotanya akan mematahkan kebijakan Gedung Putih selam beberapa dasawarsa bahwa status kota harus diputuskan dalam negosiasi dengan orang-orang Palestina.
Keyword : Yerusalem Amerika Serikat Arab Saudi