Senin, 27/11/2017 17:40 WIB
Sanaa - Badan bantuan Saudi mengirim 32 truk atau sekitar 791 ton keranjang makanan ke Yaman pada Minggu (26/11). Makanan tersebut didistribusikan ke keluarga-keluarga yang membutuhkan di wilayah Marib, sebelah timur Sanaa.
Bantuan tersebut dibagikan kepada kepala keluarga untuk persediaan dalam beberapa hari ke depan sesuai jadwal yang disiapkan dalam koordinasi dengan Komite Bantuan Tinggi Yaman dan melalui mitra lokal.
Bantuan tersebut masuk dalam sebuah proyek yang mendistribusikan 49.000 keranjang. Makanan tersebut akan dialokasikan ke lima wilayah yaitu Yaman termasuk Sana`a, Marib, Jouf, Al-Bayda dan Hadramout sebagai perluasan proyek bantuan kemanusiaan. Bantuan tersebut, sebagian besar dari Pusat Bantuan dan Kemanusiaan Raja Salman ke orang-orang di Yaman.
Direktur Regional UNICEF untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, Geert Cappelaere, dalam konferensi pers di Amman pada Minggu (26/11) mengatakan, lebih dari 11 juta anak-anak Yaman memerlukan pertolongan. Ia menyebut Yaman saat ini menjadi salah satu tempat terburuk bagi anak-anak.
Legislator PKS: Terjadi Ketimpangan Dalam Pengelolaan Mudik 2026
Saudi Berlakukan Aturan Baru Masuk Makkah jelang Musim Haji
DPR Pastikan Penyelenggaraan Haji 2026 Berjalan Aman dan Nyaman
"Kami memperkirakan setiap 10 menit ada seorang anak di Yaman yang menderita penyakit yang sulit diobati," kata Cappelaere, dilansir Al arabiya, Senin (27/11)
Cappelaere mengaku ada pesawat bantuan yang dikirim oleh UNICEF ke Sanaa, yang memiliki persediaan obat-obatan dan makanan kolera, akan membantu lebih dari 6.000 anak-anak.
"Ada kebutuhan untuk memvaksinasi 600.000 anak di seluruh Yaman, sekali lagi dengan difteri, meningitis, batuk rejan, pneumonia dan tuberkulosis," katanya
"Meskipun beberapa daerah di Yaman sulit dijangkau, UNICEF akan berusaha keras untuk memberikan bantuan ke semua wilayah," tambahnya.
"Kami menyambut pembukaan kembali bandara Sanaa pada Sabtu (26/11), yang memungkinkan kami mengirim konvoi kemanusiaan pertama yang membawa 1,9 juta dosis vaksin," jelas Cappelaere.
Keyword : Yaman Arab Saudi UNICEF