Minggu, 12/11/2017 09:56 WIB
Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) percaya diri mengusung paslon di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat (Jabar) 2018 tanpa melakukan koalisi dengan partai manapun. Partai yang dikomandoi Megawati Soekarnoputri ini `pede` lantaran memiliki suara yang cukup untuk menjadi "pemain tunggal".
"Jabar kan kita bisa maju sendiri. Bagi PDIP tentu saja kita dengan kekuatan bisa mengajukan calon," ungkap Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Sabtu (11/11/2017).
Legislator PDIP: Program MBG Harus Direformasi Menyeluruh
Regulasi UU P2SK Harus Jaga Keseimbangan Kepentingan Industri Keuangan
Said Abdullah: Gandengan Tangan Prabowo-Megawati Simbol Politik Kebangsaan
Namun, Hasto belum mau mengerucutkan sosok kandidat yang akan didampuk untuk berlaga dalam kontestasi. Dari nama-nama itu, klaim Hasto, mereka meminta kesempatan untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat alias `cek ombak`. Dari `cek ombak` itu nantinya akan dilihat sejauh mana tokoh itu mendapatkan perhatian di masyarakat.
Hasto mengatakan, sosok yang akan dipilih adalah yang mampu membawa Kota Jabar menjadi lebih baik lagi. Di antaranya, harus mampu membuat Jabar baik dalam tata ruang, merawat keindahan alamnya, mampu memanfaatkan hasil pangannya, transportasi publik dan kemajuan pariwisata. Terlebih, sambung Hasto, Jabar merupakan salah satu daerah yang terkenal dengan lumbung padi.Kemudian, Jabar merupakan wilayah yang kental dengan warisan budayanya. "Masing-masing sekarang terus meminta kesempatan untuk waktu sosialisasi terlebih dahulu sambil PDIP mempersiapkan masa depan Jabar," ujar dia.
"Kami siapkan sebaik-baiknya. Kami berikan waktu untuk mereka bergerak ke bawah dan kami akan lihat," ditambahkan Hasto.Keyword : Pilkada Jawa Barat PDIP Hasto Kristiyanto