Rabu, 13/09/2017 17:26 WIB
Jakarta - Wakil Ketua DPR Fadli Zon dinilai telah melampau kewenangannya sebagai pimpinan DPR. Hal itu terkait penandatanganan surat permintaan penundaan pemeriksaan Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP oleh Komisi Pemberantasan Korupi (KPK).
Penilaian itu disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (13/9). Menurutnya, Fadli Zon sebagai pimpinan DPR seharusnya menjaga marwah DPR dengan menjaga etika antara lembaga negara. Sehingga, kewenangan yang dimiliki tidak keluar dari aturan yang berlaku.
Fraksi Partai Golkar MPR Dukung Kebijakan Ekspor Satu Pintu
Legislator Golkar: Pancasila Harus Dihidupi, Bukan Sekadar Dihafal
Sekjen Golkar: Lagu Mas Bahlil Ganteng cukup cute dan menghibur
Keyword : Setya Novanto Tersangka Golkar Kasus e-KTP