Sabtu, 06/06/2026 22:40 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Kebijakan Tunjangan Profesi Guru (TPG) dirasakan positif oleh para guru di Kota Dumai, Provinsi Riau. Tidak hanya memberikan dukungan secara finansial, TPG juga menjadi pendorong peningkatan profesionalisme dan membangun mutu pembelajaran berkualitas di sekolah.
Cerita tersebut salah satunya diungkapkan oleh guru SD Maitreyawira Dumai, Dini Retnoasri. Sebagai seorang pengajar dan wali murid kelas 6, Dini sangat termotivasi untuk membuat suasana pengajaran terasa bermakna dan menyenangkan.
Sejak menempuh Pendidikan Profesi Guru (PPG), Dini mengimplementasikan berbagai metode pembelajaran yang mengedepankan aspek kebersamaan dan cinta kasih. Bahkan, dengan bantuan TPG Dini melakukan inisiatif dengan memberikan penghargaan kepada murid yang berprestasi.
"Selain sisi finansial yang membaik, TPG mendorong kami untuk membuat murid senang untuk belajar. Saya pribadi menyisihkan sebagian bantuan TPG ini dengan memberikan alat tulis kepada murid yang bisa menjawab pertanyaan di kelas. Mereka sangat senang dan akhirnya menambah semangat untuk belajar dan bersekolah," ujar Dini dalam siaran pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada Sabtu (6/6).
TPG Cair Bulanan, Bantu Kesejahteraan Ekonomi Guru
Wamendikdasmen Tinjau Langsung Persiapan TKA SD di Mataram
Wamendikdasmen Tekankan Urgensi Bahasa Asing Jadi Modal Kerja Lulusan SMK
Selanjutnya, dampak TPG lainnya juga diutarakan oleh Dewi Fatma Nasution, guru kelas 4 SD Maitreyawira. Selain berdampak pada proses pembelajaran, Dewi menilai TPG sangat memberikan motivasi tersendiri bagi guru dan murid.
Dewi mengenang bagaimana murid sekolah ikut memberikan dukungan saat dirinya menjalani proses PPG, termasuk ketika membuat video tugas pembelajaran. Setelah selesai menempuh PPG dan menerima TPG, dia menepati janjinya kepada murid dengan mengajak mereka menikmati es krim bersama sebagai bentuk apresiasi atas dukungan yang diberikan.
"Anak-anak ikut senang dan merasa menjadi bagian dari perjuangan. Momen itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi saya sebagai guru. Semoga TPG terus dilanjutkan dan diperluas agar semakin banyak guru di seluruh Indonesia yang memperoleh kesempatan meningkatkan kompetensi sekaligus kesejahteraan," kata Dewi.
Hal serupa dirasakan oleh Intan Safura, guru kelas 3 di SD Maitreyawira. Berbekal ketertarikannya di bidang Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (STEM), Intan kerap menggunakan beragam fitur pembelajaran interaktif seperti kuis, teka-teki silang, permainan memori, hingga aktivitas benar atau salah pada media digital.
Menurut dia, media digital terbukti membawa suasana pembelajaran menjadi menyenangkan di kelas. Murid menjadi lebih antusias, aktif berpartisipasi, dan lebih mudah memahami materi yang diajarkan.
Di sisi lain, bantuan TPG yang diperolehnya sejak awal 2026 telah memberikan motivasi tambahan untuk terus meningkatkan kompetensi diri. Selain berdampak pada sektor finansial, TPG membangun motovasi Intan untuk terus mengembangkan diri, mengikuti berbagai pelatihan dan seminar.
"Ke depan saya ingin mengikuti banyak pelatihan dan workshop, terutama yang berkaitan dengan STEM. Dengan TPG ini saya yakin dapat terus mengembangkan kemampuan dan menghadirkan pembelajaran yang semakin inovatif bagi murid," ujar Intan.
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, memberikan apresiasi kepada kinerja guru dan seluruh warga Sekolah Maitreyawira yang telah berkontribusi dalam memajukan pendidikan, khususnya di Kota Dumai. Menurutnya, perkembangan pendidikan di Kota Dumai tidak lepas dari peran guru yang terus bekerja keras menghadirkan pembelajaran yang bermutu dan menyenangkan.
"Bukan hanya sekolah negeri, peran sekolah dan guru di lembaga pendidikan swasta juga menjadi bagian dari partisipasi semesta untuk mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. Kemendikdasmen memastikan penyaluran TPG sebesar Rp2 juta per bulan diberikan langsung setiap bulan kepada para penerima manfaat. Kebijakan ini menjadi wujud keberpihakan pemerintah kepada guru, baik yang mengajar di sekolah negeri maupun sekolah swasta," kata Wamen Fajar.