Merkel Usulkan Model Perundingan Nuklir Iran untuk Korut

Senin, 11/09/2017 12:27 WIB

Jakarta - Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan siap terlibat dalam inisiatif diplomatik untuk mengakhiri program nuklir dan rudal Korea Utara, dan menyarankan agar perundingan nuklir Iran bisa menjadi model acuan. 

”Jika partisipasi kami dibutuhkan, saya akan segera mengatakan ya,” kata Merkel kepada Frankfurter Allgemeine Sonntagszeitung dalam wawancara baru-baru ini, menurut laporan Reuters.

Markel menunjuk model perundingan yang menghasilkan kesepakatan nuklir penting antara Iran dan kekuatan dunia pada tahun 2015. Saat itu, Jerman dan lima negara di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan hak veto ambil bagian dalam perundingan yang membuat Iran menyetujui mengekang kerja nuklirnya. 

Meski begitu, Merkel mengakui upaya diplomasi tersebut membutuhkan waktu yang panjang. Namun, jelasnya lebih lanjut, sangat penting, sebab pada pada akhirnya memiliki akhir yang baik sejak tahun lalu.

”Saya menyarankan agar format seperti itu digunakan untuk mengakhiri konflik Korea Utara. Eropa dan Jerman khususnya harus siap memainkan peran yang sangat aktif dalam hal itu,” tambah Merkel.

Pada Rabu (6/9), Pemerintah Amerika Serikat meminta Dewan Keamanan PBB untuk membekukan aset pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan melakukan embargo minyak ke negara Pyongyang sebagi respon uji coba nuklir keenam dan paling kuat sejagad raya ini. 

Selain embargo minyak, resolusi tersebut juga menyerukan pelarangan ekspor tekstil, pembayaran akhir untuk para pekerja Korea Utara yang dikirim ke luar negeri, dan membekukan aset Kim Jong un.

TERKINI
Ini Hobi yang Sangat Dilarang dalam Agama Islam, Apa Saja? Tiga Gunung Paling Angker di Jawa, Tidak Cocok untuk Anda yang Penakut Alasan 19 April Ditetapkan Sebagai Hari Hansip Nasional, Ini Sejarahnya 19 April 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini