BKSAP DPR Ajak Parlemen Dunia Hentikan Pembantaian Muslim Rohingya

Rabu, 06/09/2017 12:16 WIB

Jakarta - DPR RI mengajak seluruh delegasi Forum Parlemen Dunia atau World Parliamentary Forum on Sustainable Development Goals (SDGs) untuk menghentikan pembantaian warga muslim Rohingya oleh militer Myanmar.

Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Nurhayati Ali Assegaf mengatakan, Forum Parlemen Dunia kali ini akan membahas tentang mengakhiri kekerasan dan mempertahankan perdamaian.

"Perdamaian merupakan aspek prasyarat bagi pembangunan untuk tumbuh. Dalam upaya untuk mempertahankan perdamaian, seharusnya tidak ada ruang untuk kekerasan," kata Nurhayati, dalam sambutannya, di Nusa Dua Bali, Rabu (6/9).

Kata Nurhayati, pembantaian warga muslim Rohingya oleh militer Myanmar menjadi salah satu topik pembahasan dalam Forum Parlemen Dunia.

"Saya sangat prihatin dengan kenyataan bahwa kekerasan masih terjadi di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, membunuh Rohingya yang tidak bersalah termasuk yang paling rentan, wanita dan anak-anak," tegas Nurhayati.

Untuk itu, Nurhayati mengajak, semua pihak yang hadir dalam Forum Parlemen Dunia untuk bangkit sejenak dalam keheningan saat mengenang korban serangan di Negara Bagian Rakhine, Myanmar baru-baru ini.

"Serangan terang-terangan kekuatan militer kepada Rohingya dapat dianggap sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan. Kita seharusnya tidak membiarkan hal itu terjadi lagi," katanya.

"Dalam sesi ini saya mendorong Anda semua untuk lebih jauh mengeksplorasi segala cara yang diperlukan untuk mengakhiri kekerasan dan segala bentuknya dan mencari tindakan lebih lanjut dalam peran parlementer kita untuk mencapai perdamaian dengan biaya apapun," tegasnya.

Diketahui, terdapat 47 Parlemen dari berbagai negara yang berpartisipasi dalam forum ini, antara lain Bhutan, Chile, Fiji, Ghana, India, Zimbabwe, Canada, Ecuador, Iran, Jordan, Mexico, Portugal, Qatar, Korea Selatan, dan Turki. 19 Observer, antara lain ASEAN Inter Parliamentary Assembly (AIPA), UNDP, European Union, dan Migran Care. Dengan total partisipan sebanyak 285 orang.

TERKINI
NRC Sebut Gencatan Senjata Lebanon `Momen Harapan` bagi Warga Sipil Fellowship Tanoto Foundation Cohort Dibuka, Ini Kriteria dan Jadwalnya PGRI Desak Pemerintah Buka CPNS Guru dan Setop Skema PPPK Myanmar Beri Amnesti untuk 4.335 Tahanan, Termasuk Suu Kyi