Selasa, 05/09/2017 21:04 WIB
Moskow – Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan Korea Utara supaya menghentikan proyek nuklirnya. Sebab, jika tidak, negara yang dipimpin oleh Kim Jong-un itu akan bernasib sama seperti Irak, kala dipimpin oleh Saddam Hussein.
Seperti diketahui pada 2003 silam, Amerika Serikat (AS) menginvasi Irak dengan dalih Saddam Hussein menyimpan senjata pemusnah massal (weapon mass destruction atau WMD). Namun, hingga 14 tahun berlalu, tudingan WMD tidak pernah terbukti. Malah, Saddam diadili dan keluarganya dibunuh.
“Saddam Hussein menolak produksi senjata pemusnah massal. Atas alasan itulah ia dan anggota keluarganya dibunuh,” kata Putin dikutip dari CNN, Selasa (5/9).
“Rusia mengutuk tindakan Korut. Kami pikir ini sedikit provokatif, tapi Korut sebaiknya tidak lupa apa yang terjadi di Irak,” ujarnya.
Drone Rusia Hantam Fasilitas Penyimpanan Nuklir Chernobyl
Iran Kecam IAEA, Anggap Laporan Nuklir Alat Tekanan Politik
Rusia Pulihkan Jalur Listrik Pembangkit Tenaga Nuklir Zaporizhzhia
Korut kembali meluncurkan rudal, yang diduga sebagai rudal balistik antar benua (ICBM), pada Minggu (3/9) kemarin. Aksi tersebut langsung menuai reaksi keras dari AS, China, Jepang, dan rivalnya Korea Selatan (Korsel). Korut juga dituding siap meluncurkan rudal berdaya jelajah jauh dengan muatan bom hidrogen, yang disebut-sebut daya ledaknya lebih dahsyat dari Bom Nagasaki.
Keyword : Korea Utara Perang Dunia Nuklir