Gawat! Warga Cirebon "Golput" Berjamaah

Jum'at, 14/07/2017 12:21 WIB

Cirebon - Puluhan warga Kabupaten/Kota Cirebon mendeklarasikan pergerakan Isun (saya,-red) Golput, di Hotel Sutan Raja, Cirebon Jawa Barat (13/7). Deklarator pergerakan Isun Golput di antaranya Hery Susanto, Nurdin M Noer, Sidik, Fitrah Malik, Miftahudin, Frederick Suhardi, dan Irma Normaningsih.

Namun tenang, Golput kali ini bukan untuk pemilihan umum. Menurut Koordinator Isun Golput Hery Susanto, Golput kependekan dari "Golongan Bajunya Putih", yakni seluruh peserta deklarasi saat itu tampak berbaju putih. Adapun kegiatan deklarasi itu menyerukan pentingnya perubahan kepemimpinan daerah yang menjalankan semangat persatuan, pemberdayaan dan keadilan bagi warga Cirebon.

“Pergerakan Isun Golput warga Cirebon itu menyuarakan persatuan bukan terkotak-kotak. Warga menilai situasi saat ini di masyarakat sudah terkotak-kotak, yang mengancam persatuan dan melemahkan aspek pemberdayaan serta keadilan masyarakat,” kata Hery lewat siaran pers.

Hery dalam sambutannya mengatakan penyebab terkotak-kotaknya warga saat ini karena dominasi paradigma kekuasaan kepemimpinan daerah yang tidak menjalankan prinsip persatuan, pemberdayaan dan keadilan.

Ia menegaskan paradigma kepemimpinan khususnya di Kabupaten/Kota Cirebon dinilai masih diskriminatif dalam tata pemerintahan, program pembangunan antarwilayah yang makin memperluas kemiskinan, pengangguran dan rendahnya tingkat pendidikan.

“Banyak ketidakadilan dalam segenap aspek kehidupan sosial, politik, ekonomi, hukum dan budaya,” ujarnya.

Dampaknya, kata Hery, Kabupaten Cirebon masih terkubur dalam angka IPM urutan ke 25 dari 26 kab/kota se-Jawa Barat, akibat maraknya kasus korupsi, hingga PNS berpolitik praktis. Sedangkan Kota Cirebon makin carut marut dalam tata kelola pemerintahan yang "one man show."

"Saatnya warga di wilayah Kabupaten dan Kota Cirebon harus dorong perubahan kepemimpinan daerah yang berkarakter pemersatu, memberdayakan dan berkeadilan," tegasnya.

TERKINI
Mengintip Peringkat Rupiah di ASEAN usai Dolar Tembus Rp18.000 Arahan Prabowo, Wamenhaj Salurkan Daging Dam Jemaah RI ke Palestina Kementrans Dorong Peningkatan Kualitas SDM Kawasan Transmigrasi di NTT Dolar Tembus Rp18.000, Kaum Menengah ke Bawah Siap-Siap Hadapi Ini!