BPJS Ketenagakerjaan Diminta Tanggap Perkembangan Ekonomi Digital

Rabu, 12/07/2017 20:34 WIB

Bandung – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)  Ketenagakerjaan harus mampu menjawab dan menjangkau kebutuhan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja mandiri yang jumlahnya terus meningkat signifikan sebagai dampak dari pertumbuhan ekonomi digital.

Karakter pekerjaan pada ekonomi gigital yang berbasis internet, memunculkan karakter pekerjaan yang unik, yakni bersifat mandiri, cenderung informal, serta menciptakan relasi ketenagakerjaan yang fleksibel dan virtual.

"Para pekerja mandiri ini juga butuh jaminan sosial. Untuk menjangkau mereka, BPJS Ketenagakerjaan harus meningkatkan kepercayaan, cepat, akuntabel, ramah dan valid sehingga memberikan hasil yang maksimal," kata Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial, Haiyani Rumondang yang membacakan sambutan Menteri Ketenagakerjaan, M Hanif Dhakiri pada Rapat Kerja Nasional BPJS Ketenagakerjaan di Bandung, Rabu, 12 Juli 2017.

Diingatkan pula, untuk meningkatkan jangkaun, BPJS Ketenagakerjaan juga harus  menyederhanakan prosedur serta memanfaatkan teknologi. “Dengan demikian
performa kinerja organisasi menjadi efektif dan efisien," kata Haiyani.

BPJS Ketenagakerjaan saat ini telah melindungi 22,6 juta tenaga kerja dengan peserta aktif per Juni 2017 mencapai 23,2 juta tenaga kerja dari target sebesar 26,2 juta tenaga kerja pada akhir tahun 2017.

TERKINI
Studi: Urine Manusia Berpotensi Jadi Pupuk Hemat Energi, Ini Cara Kerjanya Lestari Moerdijat: Dukung Peningkatan Peran Perempuan dalam Pembangunan Wisuda ITS, Mentrans Kenang Pengabdian Abdul Rohid Pemerintah Diminta Prioritaskan Keamanan WNI di Lebanon