Idul Fitri, PBNU Kecam Insiden Teror di Mapolda Sumut

Selasa, 27/06/2017 10:03 WIB

Jakarta - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengecam insiden teror yang terjadi saat perayaan hari raya Idul Fitri 1438 H, di Markas Polda Sumatera Utara, Minggu (25/6).

Ketua Lembaga Dakwah PBNU Maman Imanulhaq mengecam aksi teror tersebut. Penyebutan nama Allah yang dipekikkan melalui takbir menurut dia hanya kamuflase dan kemunafikan kelompok teroris.

"Hari yang seharusnya dirayakan dengan penuh kehangatan, kebersamaan, dan persaudaraan, justru dinodai oleh mereka kelompok teroris dengan menyebarkan ketakutan dan teror yang membahayakan," kata Maman, dalam keterangannya, Senin (26/6).

Kata Maman, aksi teror yang mengatas namakan Islam dengan menggaungkan takbir itu adalah sebuah kebohongan dan kepicikan. Sebab, tindakan teroris merupakan musuh bersama.

"Kita berharap agar semua mulai melakukan kewaspadaan, bekerjasama untuk menanggulangi terorisme. Terorisme adalah musuh bersama, musuh semua agama, dan semua bangsa," katanya.

Dalam kesempatan ini, Maman juga merasa prihatin atas jatuhnya korban dari aparat kepolisian. Menurutnya, rakyat akan mendukung aparat dalam memberantas terorisme.

"Sesungguhnya teroris mempunya ideologi yang penuh kebencian, ideologi kehancuran, dan itu tidak sesuai dengan ajaran agama terutama Islam," tegasnya.

TERKINI
Ibas: Patriotisme Ekonomi Harus Dibangun di Atas Etika dan Kepercayaan DPR Kawal Pengembalian 83,26 Hektare Lahan Padang Halaban ke Warga Kemendikdasmen Targetkan Revitalisasi 71 Ribu Sekolah Tahun Ini Menag Dorong Pesantren Jadi Motor Perubahan Bangsa