Menjatuhkan Rezim Assad Bukan Solusi Konflik di Negara Arab

Jum'at, 23/06/2017 08:06 WIB

Jakarta - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan negaranya tidak lagi menganggap pelengserang Presiden Suriah, Bashar al-Assad prasyarat menyelesaikan konflik di negara Arab.

Pada hari Rabu, Macron membuat pengumuman yang sangat berbeda dengan pendirian pemerintahan Prancis sebelumnya. Ia tampak lebih dekat dengan posisi pro Assad, Rusia.

"Perspektif baru yang saya miliki tentang masalah ini, bahwa kepergian Bashar al-Assad adalah prasyarat untuk segalanya karena tidak ada yang menunjukkan kepada saya seorang penerus yang sah," kata Macron dalam  wawancara yang diterbitkan di beberapa surat kabar Eropa.

"Garis saya jelas, pertama, sebuah pertarungan melawan semua kelompok teroris wajib, mereka adalah musuh kita," katanya, menambahkan bahwa prioritas keduanya adalah menjaga stabilitas dan kedaulatan Suriah.

Mantan bankir investor Perancis mengatakan, bahwa kerja sama global diperlukan untuk mengatasi krisis di Suriah. Ia menekankan, kerja sama Rusia sangat dibutuhkan untuk memberantas Daesh (ISIS).

"Keyakinan mendalam saya, bahwa perlu ada peta jalan diplomatik dan politis. Kami tidak akan menyelesaikan ini semata-mata secara militer, "tambahnya.

Suriah dilanda kerusuhan sejak 2011, saat militansi pertama kali dimulai di negara tersebut. Negara-negara asing yang menentang Presiden Assad sejak saat itu  mendanai dan menyediakan senjata untuk militan antiAssad, di antaranya ribuan teroris asing dibayar dikirim untuk membantu melengserkan Assad yang sedang berkuasa.

Pemerintah Suriah, bagaimanapun, telah memerangi militansi itu dibantu dukungan militer penasehat dari Iran dan Rusia. Moskow juga telah melakukan kampanye udara melawan teroris di negara Arab atas permintaan Damaskus.

TERKINI
Halte Manggarai Tutup Sementara Mulai Besok, Ini Lokasi Penggantinya Menteri Bahli Sebut CNG Berpotensi Gantikan LPG 3 Kg, Bisa Hemat Rp130 T Legislator PKB Desak Lembaga HAM Tangani Kejahatan Seksual di Ponpes Pati 77 Persen Perusahaan Sulit Cari Talenta, Binus Siapkan Lulusan Siap Kerja