Pemerintah Tawarkan Penerima Beasiswa ke AS Pindah ke Inggris

Senin, 16/06/2025 14:47 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menawarkan pilihan kepada 45 penerima beasiswa luar negeri yang lolos di Amerika Serikat (AS), untuk pindah ke kampus-kampus Inggris.

Pasalnya, kebijakan Presiden AS, Donald Trump, menyetop pengajuan visa baru pelajar di seluruh dunia menyebabkan perguruan tinggi di AS dilarang menerima mahasiswa baru dari luar negeri.

"Untuk seluruh dunia pada saat ini visa untuk ke AS appointment atau new appointment untuk visa ke Amerika Serikat, untuk visa pelajar, dan exchange program, itu semua dihentikan. Jadi bukan hanya Harvard," kata Wamen Stella di Jakarta pada Senin (16/6).

Untuk saat ini, lanjut Wamen Stella, pemerintah telah mengantongi kesepakatan dengan Russell Group Universities yang menaungi total 24 perguruan tinggi bergengsi di Inggris.

Beberapa di antaranya termasuk University of Birmingham, University of Cambridge, Cardiff University, University of Glasgow, King`s College London, University of Leeds, dan University of Oxford.

"Jadi kami memberikan kesempatan, memberikan opsi. Keputusan apakah anaknya akan mau atau tidak, kami kembalikan kepada anak-anaknya," ujar Wamen Stella.

Diketahui, sebanyak 400 lulusan SMA/SMK dan madrasah dinyatakan sebagai penerima Beasiswa Garuda dan Beasiswa Indonesia Maju (BIM). Mereka akan melanjutkan pendidikan tinggi ke 100 universitas terbaik di dunia.

"Kebanyakan ada di Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan sebagian juga ada di negara-negara Asia Tenggara," kata Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, Ahmad Najib Burhani.

TERKINI
Mengenal Sisi Unik dari Lucid Dream yang Jarang Diketahui Kemendikdasmen Tekankan Sekolah Mesti Jadi Ruang Aman dan Nyaman Lebanon Upayakan Gencatan Senjata Permanen dengan Israel Ilmuwan Temukan Tanaman Terus Naik ke Puncak Himalaya, Ini Penyebabnya