Sabtu, 24/05/2025 15:02 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Ratusan aktivis 1998 berkumpul di Jakarta untuk memperingati 27 tahun reformasi. Acara ini berlangsung di ballroom Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (24/5).
Pantauan di lokasi, ratusan aktivis kompak mengenakan ikat kepala bertuliskan “Soeharto Bukan Pahlawan!!!”. Hal itu sebagai bentuk protes dan refleksi atas sejarah kelam di era Orde Baru.
Di lokasi, terlihat juga replika tengkorak korban kejahatan HAM di era pemerintahan Soeharto.
Penguatan Cadangan Pangan Nasional Diperlukan untuk Hadapi Krisis Global
Mengapa 11 Maret Jadi Hari Paling Penting untuk Sejarah Politik Indonesia?
Titiek Soeharto Minta Menhut Tegas Soal Pembalakan Liar di Sumatera
Para aktivis 98 lintas simpul organisasi ini nantinya akan menggelar diskusi publik bertajuk “Soeharto Pahlawan atau Penjahat HAM?” untuk menegaskan kembali posisi kritis mereka terhadap rezim Orde Baru.
Hal ini juga menyikapi wacana Soeharto akan dijadikan pahlawan nasional beberapa waktu lalu.
Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah tokoh aktivis 98, di antaranya Ray Rangkuti, Ubedillah Badrun, Mustar Bonaventura, Abraham Samad, Bela Ulung Hapsara, Anis Hidayah, Jimly Fajar, dan Hengki Kurniawan.
Hingga berita ini diturunkan, para aktivis 98 tengah mengheningkan cipta mengenang para rekan sejawat yang gugur dalam perjuangan reformasi 1998 silam.