Minggu, 11/05/2025 19:45 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Sebanyak 61.404 jemaah haji Indonesia tercatat sudah diterbangkan ke Arab Saudi, berdasarkan data hari ke-10 operasional penyelenggaraan ibadah haji 1446 H/2025 M.
Sementara itu, Kementerian Agama RI menyebut sebanyak 202.654 jemaah sudah mengantongi visa haji melalui sistem e-Hajj, yang terintegrasi langsung dengan Pemerintah Arab Saudi.
Hal ini disampaikan Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, M. Zein, dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta pada Sabtu (10/5) kemarin.
Dia menyebutkan bahwa hingga pagi kemarin, 158 kelompok terbang (kloter) telah diterbangkan oleh tiga maskapai, yakni Garuda Indonesia, Saudia Airlines, dan Lion Air.
KPK Periksa Kasubdit Kemenag Terkait Korupsi Kuota Haji
Dewas KPK Klarifikasi Pihak Pelapor soal Pengalihan Penahanan Yaqut Cholil
Saudi Berlakukan Aturan Baru Masuk Makkah jelang Musim Haji
"Garuda Indonesia menerbangkan 82 kloter dengan 30.446 jemaah, Saudia Airlines 69 kloter dengan 28.028 jemaah, dan Lion Air 7 kloter dengan 2.930 jemaah," kata Zein.
Selain proses keberangkatan, Zein juga menyoroti layanan di asrama haji yang menjadi titik awal perjalanan jemaah. Di sana, jemaah menerima sejumlah layanan penting seperti pemeriksaan kesehatan, distribusi living cost sebesar SAR750, dan penguatan manasik.
Dengan penuh keprihatinan, Zein juga menyampaikan kabar duka atas wafatnya delapan jemaah hingga hari ini. Pemerintah telah memberikan layanan pemulasaraan, pemakaman, dan pelaksanaan badal haji bagi para jemaah yang wafat, serta memastikan hak-haknya terpenuhi melalui perlindungan asuransi.
Adapun pada Sabtu malam, sebanyak 21 kloter dijadwalkan terbang membawa 8.261 jemaah dari berbagai embarkasi di Indonesia.