Selasa, 15/04/2025 17:46 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi VII DPR RI, Yoyok Riyo Sudibyo, prihatin atas gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terus berlanjut, mencapai belasan ribu jiwa hingga awal tahun 2025.
Ia khawatir, angka PHK yang mencapai 18.000 menurut data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) ini akan berdampak pada meningkatnya angka putus sekolah pada anak-anak.
"Ini bukan hanya soal angka. Ini soal ribuan keluarga yang kehilangan penghasilan, anak-anak yang terancam putus sekolah, dan masyarakat yang makin terpinggirkan. Badai PHK ini merupakan potret kepedihan yang nyata," tegas Yoyok dalam keterangan resmi, Selasa (15/4).
Politikus NasDem ini mendesak, pemerintah untuk segera mengambil tindakan terhadap berlanjutnya PHK di industri padat karya, terutama mengingat kondisi perekonomian global yang tidak stabil.
Habiburokhman: Komisaris Hanania Travel Sangat Layak Jadi Tersangka
DPR Bakal Surati Kementerian Hukum Terkait Sertifikat Profesi Dokter
Korban Hanania Travel Capai 3 Ribu Orang, Kerugian Ditaksir Rp95,2 Miliar
"Negara harus hadir, banyak sekali sektor industri yang terpukul akibat beratnya kondisi perekonomian global, dan berbagai faktor internal dalam negeri. Khususnya industri padat karya yang harus dilindungi," jelasnya.
Ia menambahkan, "Jika negara lain memperketat pasar, sementara kita tidak memperkuat fondasi industri dan perlindungan tenaga kerja, maka PHK hanya akan terus berulang."
Sebagai solusi alternatif, Yoyok mendorong pemerintah untuk meningkatkan program pelatihan dan pendidikan bagi korban PHK, guna mendukung pertumbuhan ekonomi.
"Pemerintah juga perlu meningkatkan program pelatihan bagi korban PHK agar beradaptasi dengan kebutuhan pasar, serta pendidikan maupun pelatihan program vokasi agar industri kreatif dan non-formal dapat semakin berkembang," tandasnya.