Qatar Cela "Ketidaksetiaan" Negara Teluk

Selasa, 06/06/2017 05:21 WIB

Doha - Pemerintah Qatar pada Senin (5/6) mengkritik keputusan tiga negara Teluk yang memutuskan hubungan dengan negara tersebut.  Pasalnya, tudingan mereka "tidak dapat dibenarkan," dan lebih bertujuan menempatkan Doha di bawah `tekanan` politik.

"Langkah-langkah tersebut tidak dapat dibenarkan, sebab didasarkan pada klaim palsu dan tidak berdasar," kata kementerian luar negeri Qatar dalam pernyataan yang  mengacu pada kebijakan yang belum pernah terjadi dilakukan oleh Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab dan Mesir.

"Tujuannya jelas, dan kepusan itu untuk membebankan tekanan pada negara. Ini dengan sendirinya merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan (Qatar) sebagai sebuah negara, "tambahnya. Tuan rumah Piala Dunia 2022 itu mengakui terdapat "kampanye hasutan berdasarkan rekayasa, yang mencerminkan niat untuk menyakiti Qatar."

Doha menegaskan sanksi tersebut, mencakup negara-negara Teluk yang memutuskan hubungan udara, darat dan laut dengan Qatar, "tidak akan mempengaruhi kehidupan sehari-hari warga negara dan penduduk."

"Pemerintah Qatar akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk menggagalkan upaya  mempengaruhi atau membahayakan masyarakat dan ekonomi Qatar," kata pernyataan tersebut. Qatar memiliki perbatasan darat dengan Arab Saudi dan dipisahkan oleh perairan Teluk dari Bahrain terdekat dan Uni Emirat Arab.

TERKINI
Di bawah Takaichi, Representasi Perempuan di Kabinet Jepang Menurun Penumpang Bagikan Kesaksian Insiden Delay Bagasi Parah di KLIA HKTI: Kondisi Riil Stok Beras Melimpah Bukti Arah Swasembada Semakin Kuat Latihan Perang di Pasifik Barat, China Masuki Area Milik AS