Selasa, 04/03/2025 11:33 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) diminta untuk mengantisipasi kenaikan harga komoditas pangan selama Ramadan, dengan menyiapkan mitigasi risiko jangka pendek, menengah dan panjang.
Menurut Anggota Komisi VI DPR Sartono Hutomo, dengan menyiapkan mitigasi risiko, pemerintah akan lebih mudah untuk mengendalikan inflasi dan stok barang kebutuhan pangan.
“Pemerintah melalui Kemendag sudah harus mempersiapkan mitigasi risiko jangka pendek, menengah dan panjang dalam mengantisipasi kenaikan harga bahan pangan, sehingga inflasi dan stok barang dapat dikendalikan,” kata Sartono, Selasa (4/2).
Studi: Risiko DBD di California Meningkat akibat Pemanasan Suhu
Sering Dianggap Serupa, Ternyata Ini Bedanya Wakaf dan Hibah
Kemenag Targetkan Kampung Zakat dan Kota Wakaf Selesai Tahun 2026
Selain itu, pemerintah juga perlu memberikan langkah konkret untuk mengawasi keberadaan stok, distribusi, dan stabilisasi harga pangan selama bulan suci Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 2025.
“Kami di Komisi VI akan terus mengawasi keberadaan stok distribusi dan stabilitas harga pangan dan bahan pokok dalam menghadapi Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2025,” ungkapnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan para Menteri Kabinet Merah Putih agar terus memantau dan mempersiapkan langkah preventif agar tidak terjadi lonjakan harga pangan yang kerap dimanfaatkan oleh spekulan, di awal bulan Ramadan 1446 Hijriah.
“Ini kita harus bekerja keras supaya seluruh rakyat terutama rakyat paling memerlukan harus dapat menjangkau harga bahan-bahan tersebut dan saya yakin dan percaya kita akan lakukan itu dan sudah kita lakukan itu,” kata Prabowo.
Keyword : Warta DPR Komisi VI Sartono Hutomo Demokrat pangan Ramadan Kemendagri