Ternyata Senjata AS Rutin Jatuh ke Tangan Teroris Suriah dan Irak

Rabu, 31/05/2017 05:13 WIB

Jakarta - Seorang dosen Rusia kecam Amerika Serikat,  lantaran menuduh Iran mensponsori teror, sementara ada laporan bahwa senjata AS secara tidak sengaja rutin jatuh ke tangan teror yang beroperasi di Suriah dan Irak.

Alexander Vavilov, seorang profesor di Akademi Diplomatik Kementerian Luar Negeri Rusia, membuat pernyataan tersebut dalam wawancara dengan Russia Today pada Senin (29/5), dilansir Financial Tribune pada Kamis (31/5)

Selama bertahun-tahun, kata Vavilov,  pemerintah AS menyebut Iran sebagai pendukung terorisme karena mendukung kelompok anti Israel, dan terakhir kali tuduhan tersebut terjadi pekan lalu, ketika Presiden AS, Donald Trump memfitnah Iran sebagai sumber ketidakstabilan terbesar di negara tersebut.

"Dari Lebanon ke Irak ke Yaman, Iran mendanai, senjata dan melatih teroris, milisi dan kelompok ekstremis lainnya yang menyebarkan kerusakan dan kekacauan di seluruh wilayah," kata Trump di Arab Saudi dalam lawatan pertamanya sebagai presiden.

Meski Teheran melakukan banyak hal dalam menstabilkan situasi di wilayah tersebut dan secara aktif memerangi terorisme, Washintong tetap memiliki alasan untuk Negeri Mullah itu sebagai dalang terorisme.

TERKINI
3 Cara Sederhana Berbakti kepada Orang Tua yang Telah Wafat Legislator Golkar: Pancasila Harus Dihidupi, Bukan Sekadar Dihafal Prabowo Sentil Kelompok `Doyan Korupsi` Saat Pidato Hari Lahir Pancasila Uruguay Umumkan Skuad Piala Dunia 2026, Tak Ada Nama Luis Suarez