Sabtu, 25/01/2025 22:10 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Dalam hidup, terkadang seseorang terpaksa berutang karena kebutuhan yang mendesak. Namun, tidak semua orang bisa dengan mudah melunasi utangnya karena berbagai keterbatasan finansial.
Mengutip berbagai sumber, utang bukan sekadar persoalan duniawi, tetapi juga menyangkut tanggung jawab di akhirat. Islam menempatkan pelunasan utang sebagai kewajiban utama, seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur`an, hadis Rasulullah SAW, dan berbagai amalan yang dianjurkan. Berikuti penjelasannya.
Al-Qur`an dalam Surah Al-Baqarah ayat 283 menjelaskan pentingnya memenuhi tanggung jawab utang, bahkan memberikan panduan praktis terkait pengelolaannya. Ayat tersebut menekankan untuk selalu menjaga amanat dan bertakwa kepada Allah dalam setiap urusan.
وَلْيَتَّقِ ٱللَّهَ رَبَّهُۥ ... وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ
Berbagai Amalan Sunah yang Dianjurkan Sebelum Shalat Jumat
Bacaan Doa Hari Kamis Lengkap dengan Artinya
Panduan Lengkap Tata Cara Salat Dhuha dan Keutamaannya, Simak Ya
“Hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya; dan janganlah kamu menyembunyikan persaksian. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Hadis Rasulullah SAW juga menegaskan pentingnya melunasi utang. Beliau bersabda:
"Jiwa seorang mukmin tergantung pada utangnya sampai utang itu dilunasi." (HR. Ahmad, Ibnu Majah, Tirmidzi)
Doa agar Terlepas dari Lilitan UtangRasulullah SAW mengajarkan doa khusus untuk melindungi diri dari lilitan utang, sebagaimana diriwayatkan dalam hadis Abu Dawud. Doa ini dianjurkan untuk dibaca setiap pagi dan sore hari:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ
Allâhumma innî a‘ûdzu bika minal hammi wal hazan. Wa a‘ûdzu bika minal ‘ajzi wal kasal. Wa a‘ûdzu bika minal jubni wal bukhl. Wa a‘ûdzu bika min ghalabatid daini wa qahrir rijâl.
Artinya:
"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kebingungan dan kesedihan, kelemahan dan kemalasan, ketakutan dan kekikiran, serta dari lilitan utang dan tekanan manusia."
Selain doa, ada amalan-amalan lain yang bisa membantu melunasi utang. Amalan ini tidak hanya mendekatkan kita kepada Allah, tetapi juga membuka pintu rezeki yang halal.
Membaca Surat Ali Imran Ayat 26-27 setiap selesai salat:
“Katakanlah: Ya Allah, Tuhan yang mempunyai kerajaan. Engkau memberikan kerajaan kepada siapa yang Engkau kehendaki dan mencabut kerajaan dari siapa yang Engkau kehendaki. Engkau memuliakan siapa yang Engkau kehendaki dan menghinakan siapa yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu...”
Memperbanyak Istighfar
Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa memperbanyak istighfar, maka Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap kesedihannya dan melapangkan setiap kesulitannya." (HR. Ahmad)
Bersedekah
Sedekah, meskipun kecil, memiliki kekuatan besar dalam melapangkan rezeki. Rasulullah SAW bersabda: "Tidak akan berkurang harta karena sedekah." (HR. Muslim)
Melaksanakan Salat Dhuha
Salat Dhuha dikenal sebagai salat yang membuka pintu rezeki. Bacalah doa setelah Dhuha untuk meminta kelapangan rezeki.
Tawakal dan Bersabar
Dalam menghadapi utang, penting untuk tetap berusaha, bersabar, dan yakin bahwa Allah akan memberikan jalan keluar.
Setelah utang terlunasi, disunnahkan untuk membaca doa berikut sebagai bentuk syukur:
بَارَكَ اللهُ لَكَ فِيْ أَهْلِكَ وَمَالِكَ وَجَزَاكَ خَيْرًا
Bârakallâhu laka fî ahlika wa mâlika, wa jazâka khairan.
Artinya:
"Semoga Allah memberikan keberkahan untuk keluargamu dan hartamu, serta membalasmu dengan kebaikan-Nya."
Jadi, utang adalah tanggung jawab besar yang harus ditunaikan. Sebisa mungkin, kelola keuangan dengan bijak agar terhindar dari jeratan utang di masa depan. Jika utang tak terhindarkan, imbangi dengan doa, amalan, dan ikhtiar untuk melunasinya. Semoga Allah memudahkan kita semua dalam melunasi utang dan membuka pintu rezeki yang berkah. Aamiin